Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 18 Nov 2025 06:35 WIB

Polres Semarang Prioritaskan Pencegahan Fatalitas Kecelakaan pada Operasi Zebra Candi 2025


					Polres Semarang Prioritaskan Pencegahan Fatalitas Kecelakaan pada Operasi Zebra Candi 2025 Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Operasi Zebra Candi 2025 resmi bergulir. Tahun ini, Polres Semarang menetapkan penurunan fatalitas kecelakaan sebagai fokus utama.

Penegasan tersebut disampaikan Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR., usai Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2025 pada Senin (17/11/2025).

AKP Lingga menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi menjelang pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Target utama operasi adalah berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi berujung pada kecelakaan dengan korban jiwa.

“Sejak Januari hingga jelang dimulainya operasi, tercatat 552 kejadian kecelakaan di wilayah Kabupaten Semarang. Dari angka tersebut, 100 orang meninggal dunia. Berdasarkan evaluasi semester II, Polres Semarang berada pada peringkat lima terkait fatalitas di jajaran Polda Jateng,” ujar AKP Lingga.

Ia memaparkan bahwa sejumlah titik di Kabupaten Semarang masih dikategorikan sebagai black spot atau wilayah rawan kecelakaan, antara lain Kecamatan Tengaran, Tuntang, dan Bawen.

Ketiga wilayah tersebut dilintasi jalur nasional dengan intensitas lalu lintas yang tinggi.

Untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kecelakaan, Sat Lantas akan memperkuat patroli di titik-titik yang rawan macet maupun rawan kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, langkah preemtif turut digencarkan melalui kegiatan sambang ke sekolah, kelompok masyarakat, serta komunitas kendaraan guna memberikan edukasi keselamatan berkendara.

“Kami mengedepankan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Pencegahan tidak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga melalui pendekatan langsung agar kesadaran berlalu lintas terus meningkat,” tambahnya.

Menyoroti kondisi musim hujan yang kerap menyebabkan kerusakan jalan, AKP Lingga memastikan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan dinas terkait.

Banyaknya lubang jalan dinilai menjadi salah satu faktor pemicu kecelakaan dan membutuhkan penanganan cepat.

“Sebagai jalur nasional yang menghubungkan kota-kota besar, Kabupaten Semarang membutuhkan penanganan infrastruktur yang responsif. Kami selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, dan sepanjang ini laporan masyarakat serta hasil mitigasi personel di lapangan mendapat tindak lanjut cepat,” terangnya.

Kasat Lantas juga menegaskan komitmen jajarannya dalam mengungkap kasus tabrak lari.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat berpengaruh dalam proses penyelidikan.

“Dalam satu bulan terakhir, kami menangani dua kasus tabrak lari. Alhamdulillah, keduanya berhasil kami ungkap. Salah satunya terjadi di wilayah Tuntang, dan personel kami mendapatkan apresiasi dari Dir Lantas Polda Jateng,” tutupnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG