BATANG, Kabarjateng.id – Komandan Kodim 0736/Batang, Letkol Inf Andhika Baroto Chrishastantyo, menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi bencana di musim penghujan.
Hal itu disampaikan saat memimpin Jam Komandan (Jamdan) bersama para Danramil dan Babinsa di Aula Makodim, Jalan Jenderal Sudirman No. 41 Kasepuhan Batang, Senin (17/11/2025).
Dalam arahannya, Dandim mengingatkan bahwa wilayah pegunungan memiliki risiko bencana yang lebih tinggi, seperti tanah longsor, angin kencang, petir, hingga banjir bandang.
Karena itu, para Babinsa yang bertugas di desa-desa pada kawasan ketinggian diminta untuk terus memonitor situasi di wilayah masing-masing.
“Perubahan cuaca ekstrem seperti sekarang harus menjadi perhatian serius. Sampaikan imbauan kepada warga agar tetap waspada. Jangan sampai ada kejadian yang terjadi karena kurangnya antisipasi,” tegasnya.
Letkol Baroto juga meminta seluruh Babinsa peka terhadap setiap perkembangan di desa binaan.
Menurutnya, kemampuan membaca situasi dan merespons cepat apabila terjadi insiden menonjol merupakan tugas utama Babinsa sebagai lini terdepan di wilayah.
Untuk desa yang dilewati aliran sungai besar, Dandim menginstruksikan agar personel rutin memantau kondisi debit air.
Jika terjadi peningkatan signifikan, laporan harus segera dikirimkan ke komando atas agar langkah penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Selain itu, warga juga diimbau untuk melarang anak-anak bermain di sungai saat hujan turun, mengingat risiko arus besar bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Baroto turut mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan seluruh anggota beserta keluarga.
Ia meminta mereka segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasa tidak enak badan.
“Kalau diri sendiri sedang sakit, bagaimana bisa maksimal membantu masyarakat? Prioritaskan kesehatan agar siap menjalankan tugas,” ujarnya.
Menutup arahannya, Dandim meminta para Danramil dan Babinsa terus menjalin koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten.
Menurutnya, komunikasi yang solid dan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan bencana maupun tugas kewilayahan lainnya. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.