TEGAL, Kabarjateng.id – Kepolisian Resor (Polres) Tegal menggelar acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Tegal pada Selasa (30/9/2025) dengan suasana penuh khidmat.
Acara dihadiri oleh jajaran anggota Polres Tegal, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari sejumlah komunitas otomotif yang ada di wilayah Kabupaten Tegal.
Doa bersama menjadi momen utama, sebagai wujud harapan agar tercipta keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah setempat.
Kasatlantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Indonesia Emas.”
Menurutnya, lalu lintas modern bukan hanya menyesuaikan perkembangan zaman, tetapi juga memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Keselamatan lalu lintas itu kebutuhan setiap orang. Bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang harus dibangun bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jajaran Satlantas Polres Tegal terus berusaha menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas kepada masyarakat sejak dini, khususnya generasi muda.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Safety Riding yang rutin digelar, bahkan dengan sistem jemput bola bagi komunitas atau instansi yang memerlukan pembinaan.
“Modernitas menuntut kita untuk sadar bahwa hampir semua aktivitas masyarakat bersentuhan dengan lalu lintas. Mulai dari perjalanan sekolah, bekerja, hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, edukasi dan sosialisasi terus kami lakukan, baik ke sekolah, pabrik, maupun instansi lainnya,” jelasnya.
Dalam rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, Polres Tegal juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial, donor darah, hingga penyuluhan keselamatan berkendara. Sejumlah komunitas otomotif turut hadir, di antaranya Rode 2, PC, X-Vision, Trigger, dan Ereking.
Dari kalangan pengemudi ojek online (ojol), Jeber selaku koordinator menyampaikan apresiasinya kepada Polres Tegal.
Ia berharap momentum peringatan ini dapat mempererat kerja sama antara polantas dan komunitas ojol.
“Kami ingin terus mendapat bimbingan, terutama soal safety riding. Masih banyak teman-teman ojol yang butuh pemahaman lebih dalam mengenai aturan lalu lintas dan cara berkendara yang aman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendampingan dari kepolisian sangat penting agar para pengemudi ojol semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Dengan semangat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, Polres Tegal menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan, menciptakan lalu lintas yang aman, serta membangun sinergi dengan masyarakat, termasuk komunitas ojol, guna menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Tegal. (Pry)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.