SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jateng dalam menjalankan program Pondok Pesantren Ramah Anak.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa keberadaan program tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas dari tindak kekerasan.
Ia menekankan bahwa pemerintah menargetkan Jawa Tengah bisa mencapai kondisi zero bullying, baik di sekolah maupun di pesantren.
“Harapannya, kita bisa menekan angka perundungan hingga benar-benar hilang, termasuk di lingkungan pondok pesantren,” ungkapnya saat menghadiri kegiatan Halaqah Pesantren Ramah Anak, Pesantren Aman dan Sehat, di Asrama Haji Transit Komplek Islamic Center, Semarang, Rabu (27/8/2025).
Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur, juga mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Jateng yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani isu kekerasan di pesantren.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Kemenag akan semakin memperkuat sosialisasi program ini di seluruh pesantren di Jawa Tengah.
Hal tersebut menjadi penting mengingat jumlah pesantren di provinsi ini mencapai 5.364 lembaga dengan lebih dari 520 ribu santri.
Ia juga mendorong pihak pesantren untuk bersikap terbuka apabila terjadi kasus perundungan atau pelanggaran hukum lainnya.
Transparansi, menurutnya, akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren sekaligus memperkuat upaya pencegahan.
Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa Satgas Pesantren Ramah Anak telah resmi dikukuhkan oleh Wakil Gubernur.
Pihaknya berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota agar pesantren bisa terpantau dengan baik dalam pelaksanaan program ini.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Unicef Wilayah Jawa, Arie Kurnia, menjelaskan bahwa edukasi dan sosialisasi program menyasar para pendidik, santri, hingga orang tua.
Ia memberikan apresiasi atas komitmen Pemprov Jateng dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang ramah anak, serta berharap semakin banyak pesantren yang mendeklarasikan diri sebagai pesantren aman, sehat, dan bebas kekerasan. (di)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.