Menu

Mode Gelap
 

Politik

DPW PKB Jateng Gelar Tasyakuran Gelar Pahlawan: Gus Yusuf Sebut Kiai Kholil Bangkalan Guru Segala Guru, Gus Dur Guru Bangsa

badge-check


					DPW PKB Jateng Gelar Tasyakuran Gelar Pahlawan: Gus Yusuf Sebut Kiai Kholil Bangkalan Guru Segala Guru, Gus Dur Guru Bangsa Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Tengah mengadakan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas penganugerahan gelar pahlawan kepada Syaikhona K.H. Kholil Bangkalan dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPW PKB Jateng, Semarang, pada Kamis (13/11/2025), sekaligus diisi dengan diskusi publik bertema “Jejak Langkah Pahlawan Nasional”.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, K.H. M. Yusuf Chudlori, menyampaikan bahwa gelar pahlawan bagi dua tokoh tersebut merupakan kebanggaan besar, bukan hanya bagi PKB tetapi juga bagi seluruh warga Nahdliyin serta masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Syaikhona Kholil merupakan figur penting yang menjadi guru para guru, sementara Gus Dur adalah guru bangsa serta sosok sentral di balik lahirnya PKB.

Gus Yusuf—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pejuang dan ulama.

Dari Syaikhona Kholil, kata dia, lahir ulama-ulama besar seperti K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Wahab Chasbullah, serta banyak tokoh lain yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan perkembangan Islam di Indonesia.

Sementara itu, Gus Dur dipandang sebagai simbol perjuangan demokrasi dan pluralisme.

Meski ada pandangan dari sebagian kalangan bahwa Gus Dur tak perlu gelar pahlawan karena sudah dicintai rakyat, Gus Yusuf menilai perbedaan pendapat tersebut wajar.

Namun secara politik, PKB tetap memperjuangkan secara resmi agar Gus Dur memperoleh rehabilitasi dan pengakuan negara.

Ia menyoroti salah satu langkah penting, yakni pencabutan TAP MPR Nomor II/MPR/2001 yang memberhentikan Gus Dur dari kursi presiden.

Pencabutan tersebut merupakan permohonan dari Fraksi PKB dan dianggap krusial demi memulihkan nama baik Gus Dur, sehingga proses pemberian gelar pahlawan dapat berjalan tanpa hambatan.

Dengan dicabutnya TAP tersebut, kata Gus Yusuf, generasi mendatang tidak lagi mendapatkan persepsi keliru dalam membaca sejarah mengenai turunnya Gus Dur dari jabatan presiden.

Selain itu, ia turut menegaskan bahwa gelar pahlawan bagi Kiai Kholil dan Gus Dur menjadi energi positif bagi pesantren yang belakangan sering mendapat stigma negatif.

Kedua tokoh tersebut, menurutnya, adalah bukti bahwa pesantren melahirkan pemimpin besar yang berpijak pada nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat.

Kegiatan tasyakuran dan diskusi publik ini dihadiri jajaran pengurus DPW PKB Jateng, seperti Sekretaris DPW H. Sukirman, Ketua LPP Sarif Abdillah, Dewan Syuro, serta para mahasiswa.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber: penulis “Peci Miring” Aguk Irawan, Direktur Klub Merby Grace W. Susanto, serta Gus Yusuf sendiri.

Grace menceritakan kedekatannya dengan Gus Dur dan keluarga, serta menilai Gus Dur sebagai sosok yang selalu menjaga minoritas.

Sementara Aguk mengulas perjalanan intelektual Gus Dur sejak masa muda, termasuk kebiasaannya membaca literatur pemikiran global sejak mondok di Krapyak.

Ia juga menjelaskan bagaimana Gus Dur mulai mendalami dunia tasawuf ketika menimba ilmu di Tegalrejo, Magelang, yang diasuh oleh K.H. Chudlori.

Gus Yusuf menambahkan sejumlah kisah lain, termasuk anekdot mengenai perilaku Gus Dur saat nyantri, yang menurutnya justru mengandung pelajaran politik mendalam.

Ia mengakui bahwa berbagai kontroversi yang melekat pada Gus Dur sebenarnya adalah bagian dari proses pendidikan politik bagi masyarakat.

Di akhir diskusi, Gus Yusuf menyinggung masa ketika muncul PKNU atau ketika Yenny Wahid mendirikan partai baru.

Ia menyampaikan pesan Gus Dur saat itu agar para kader tetap berada di PKB, menunjukkan komitmen Gus Dur pada jalan perjuangan yang telah dibangun sejak awal. (af)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

PMII Kota Semarang Resmi Jadi Sobat Bersinar BNNP Jateng, Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba

30 Juli 2026 - 21:22 WIB

Polres Boyolali Bongkar Kasus Kekerasan Seksual Disertai Ancaman Sebar Video Korban

30 Juli 2026 - 21:09 WIB

DPRD Soroti Piutang Pajak Kota Semarang Tembus Rp1,2 Triliun

30 Juli 2026 - 18:55 WIB

Gubernur Jateng Dorong Pembentukan Kabupaten Brebes Selatan, Usulan Masuk Tahap Pembahasan DPRD

30 Juli 2026 - 18:09 WIB

Nurkholes Resmi Jalankan Tugas sebagai Plt Bupati Pemalang, Pemprov Jateng Pastikan Pemerintahan Tetap Stabil

30 Juli 2026 - 17:25 WIB

Residivis Jambret Kalung Anak Ditangkap Polres Boyolali, Polisi Selidiki Aksi di Sejumlah Daerah Solo Raya

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Trending di Hukum & Kriminal