Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Beroperasi, Pemprov Jateng Ajak Calon Siswa Segera Mendaftar

badge-check


					Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Beroperasi, Pemprov Jateng Ajak Calon Siswa Segera Mendaftar Perbesar

SUKOHARJO | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat Permanen menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.

Salah satu sekolah yang telah dinyatakan paling siap adalah Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Sukoharjo.

Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar, ke lokasi sekolah pada Kamis (2/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas dan kesiapan operasional sekolah telah sesuai dengan rencana.

Menurut Sumarno, dibandingkan sejumlah Sekolah Rakyat lainnya di Jawa Tengah, fasilitas di Sukoharjo telah memasuki tahap paling siap.

Sementara itu, pembangunan dan persiapan sekolah di daerah lain masih terus berjalan.

Ia menjelaskan, pemerintah juga masih mengkaji konsep pengelolaan Sekolah Rakyat di Sukoharjo, termasuk kemungkinan menjadikannya pusat layanan pendidikan bagi wilayah Solo Raya agar kapasitas penerimaan siswa dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Selain penyelesaian infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah juga menghadapi tantangan dalam pemenuhan kuota peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD).

Rendahnya jumlah pendaftar bukan karena minimnya calon siswa, melainkan dipengaruhi faktor psikologis orang tua yang masih keberatan berpisah dengan anak selama mengikuti pendidikan berasrama.

Sumarno menilai persoalan tersebut memerlukan pendekatan yang tepat agar orang tua merasa yakin dan anak-anak dapat belajar dengan nyaman di lingkungan sekolah.

Ia menegaskan proses penerimaan peserta didik harus segera dituntaskan mengingat kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai berlangsung pada 14 Juli 2026.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki 16 Sekolah Rakyat, baik yang masih berstatus rintisan maupun permanen.

Pemerintah berharap seluruh sekolah rintisan nantinya dapat berkembang menjadi sekolah permanen.

Pada kesempatan yang sama, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin memastikan Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo mulai beroperasi tahun ini.

Ia menekankan pentingnya pemeliharaan seluruh fasilitas agar kualitas bangunan tetap terjaga melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.

Menurutnya, bangunan sekolah memiliki kualitas yang sangat baik sehingga diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri para peserta didik, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kategori Desil 1.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa jumlah pendaftar jenjang SD memang masih di bawah target.

Hingga kini baru tercatat 37 calon siswa, sedangkan kuota yang tersedia mencapai 90 orang. Kondisi tersebut dipengaruhi keengganan sebagian orang tua melepas anak mereka untuk tinggal di asrama.

Dalam pelaksanaan pembelajaran, Sekolah Rakyat akan menerapkan kurikulum dengan sistem multi entry dan multi exit yang dikembangkan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sistem ini memungkinkan peserta didik bergabung pada waktu tertentu sesuai kebutuhan dan latar belakang pendidikan masing-masing.

Tenaga pendidik juga diprioritaskan berasal dari daerah tempat sekolah berdiri.

Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, pemerintah menyediakan asrama bagi guru dan kepala sekolah, serta guest house yang dapat digunakan orang tua saat berkunjung.

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 52.205 meter persegi dengan total luas bangunan sekitar 29.693 meter persegi.

Kompleks pendidikan tersebut dilengkapi ruang belajar, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, rumah ibadah, masjid, kantin, dapur.

Kemudian guest house, lapangan basket, lapangan mini soccer, hingga rumah genset.

Secara keseluruhan, sekolah ini mampu menampung 1.080 peserta didik yang terbagi dalam 36 rombongan belajar, meliputi 18 rombel jenjang SD dengan kapasitas 540 siswa, sembilan rombel SMP berkapasitas 270 siswa, serta sembilan rombel SMA yang juga menampung 270 siswa. (ajp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Sat Samapta Polres Jepara Kembali Salurkan Air Bersih untuk Warga Kedung yang Terdampak Kekeringan

3 Juli 2026 - 00:20 WIB

Anak Tenggelam di Saluran Irigasi Teras, Polres Boyolali Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

2 Juli 2026 - 19:32 WIB

Antisipasi Karhutla, Polres Boyolali Tingkatkan Kapasitas Personel Lewat Forum Belajar Bersama

2 Juli 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Boyolali Hadiri Pengajian Akbar KH Anwar Zahid, Ribuan Warga Memadati Lokasi Acara

2 Juli 2026 - 19:05 WIB

Kurir Tembakau Sintetis Menyerahkan Diri, Polres Magelang Kota Sita 31 Paket Narkotika

2 Juli 2026 - 18:54 WIB

Aktivitas Galian C di Desa Rajekwesi Mayong Dihentikan, Diduga Langgar Kesepakatan dan Aturan Tata Ruang

2 Juli 2026 - 18:43 WIB

Trending di Daerah