Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 7 Des 2025 11:08 WIB

Jangan Merendahkan Martabat Guru Melalui Konten di Media Sosial


					Jangan Merendahkan Martabat Guru Melalui Konten di Media Sosial Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Ketua Pengurus Daerah (PD) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang, Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., MT., M.Pd., mengingatkan bahwa peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga sikap, termasuk dalam membuat konten di media sosial.

Dalam sarasehan pendidikan yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Kota Semarang di Hotel Candi Indah pada Sabtu (6/12/2025), Khoiri menegaskan bahwa para pendidik harus berhati-hati dalam bermedia sosial.

“Guru jangan sampai membuat konten yang merendahkan martabat profesinya sendiri,” ujar Khoiri di hadapan para peserta.

Sebagai pemateri dalam sarasehan bertema “Pendidikan Karakter sebagai Benteng dan Solusi untuk Kemajuan Bangsa”, ia menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, termasuk pengaruh negatif media sosial.

Menurutnya, meskipun guru membutuhkan hiburan, media sosial bukan ruang pribadi dan seharusnya digunakan untuk hal-hal yang memberi teladan.

Ia mencontohkan fenomena video berjoget di TikTok yang kurang pantas dilakukan oleh tenaga pendidik.

Khoiri menegaskan bahwa proses penanaman karakter kepada siswa tidak berhenti ketika jam pelajaran berakhir.

Nilai-nilai seperti nasionalisme, kejujuran, etika, dan tanggung jawab harus tercermin pula dalam perilaku guru sehari-hari, baik di ruang kelas maupun di luar sekolah.

Penjelasan Guru Besar Ilmu Inovasi Pembelajaran IPA dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini mendapatkan apresiasi dari para peserta, yang berasal dari komite sekolah serta kepala SD, SMP, SMA, dan SMK di Kota Semarang.

Dalam kesempatan yang sama, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SDN Sawah Besar 01 Gayamsari, Ali Anwar, S.Pd.I., M.Si., turut memberikan testimoni terkait praktik pendidikan karakter yang telah diterapkan di sekolahnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto, SH., M.Hum., menambahkan bahwa sarasehan ini menjadi ruang untuk menghimpun pengalaman serta praktik baik para guru dan komite sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter.

“Hari ini saya ingin mendengar langsung bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter di satuan pendidikan. Guru yang berkarakter adalah kunci masa depan bangsa,” tegasnya. (arh)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Jallu Law School Perkuat SDM Hukum, Luncurkan 7 Modul Pelatihan Strategis

3 Mei 2026 - 16:34 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Langkah Tegas Agustina, Semarang Night Carnival Dibatalkan Demi Keselamatan Warga

3 Mei 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Luthfi Temui Massa May Day, Serap Aspirasi dan Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng

2 Mei 2026 - 15:09 WIB

Trending di KABAR JATENG