Menu

Mode Gelap
 

Opini

Setahun Holopis Kuntul Baris

badge-check


					Setahun Holopis Kuntul Baris Perbesar

Oleh: Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah

 

JAWA Tengah ora nduwe gubernur? Pertanyaan atau sindiran yang ramai di media sosial itu bisa jadi benar jika yang dimaksud adalah gubernur dengan gaya one man show.

Gubernur yang hobi tampil sendiri, memusatkan semua keputusan pada dirinya, dan membuat kepala dinas tidak berani berinisiatif.

Bahkan untuk meninjau lokasi bencana pun harus menunggu instruksi.

Namun Jawa Tengah tidak memilih model gubernur “superman”. Jawa Tengah memiliki gubernur yang berperan sebagai orkestrator super team.

Gubernur mengajak sebanyak mungkin elemen masyarakat bekerja sama membangun dan menyelesaikan persoalan daerah.

Ia mengonsolidasikan seluruh sumber daya untuk menjalankan program prioritas.

Pada saat yang sama, ia memberi ruang luas kepada kepala dinas untuk berinovasi dan tampil di ruang publik.

Filosofi Kepemimpinan: Teladan dan Kolaborasi

Filosofi kepemimpinan ini merujuk pada ajaran Ki Hadjar Dewantara: Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

Gubernur memberi teladan saat di depan, membangun semangat saat di tengah, dan memberi dorongan saat di belakang.

Semangat ini sejalan dengan gagasan gotong royong yang pernah ditegaskan Bung Karno sebagai pembantingan tulang bersama demi kepentingan bersama.

Holopis kuntul baris, dari semua untuk semua.

44 Kampus dan Kolaborasi Lintas Daerah

Dua puluh lima hari setelah pelantikan, gubernur menandatangani MoU dengan 44 perguruan tinggi untuk mendukung program strategis Jawa Tengah.

Langkah ini membuka babak baru kolaborasi akademik secara masif dan terstruktur.

Program desalinasi air payau, verifikasi rumah tidak layak huni, penanganan stunting dan TBC lahir dari sinergi tersebut.

Jawa Tengah juga membangun kerja sama dengan Jawa Timur, Lampung, Riau, dan Maluku Utara untuk saling mengisi kelebihan dan kekurangan.

Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Menguat

Gotong royong mulai menunjukkan hasil konkret. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,37 persen dan melampaui target.

Investasi naik dari target Rp78,3 triliun menjadi Rp88,5 triliun dengan serapan 418.138 tenaga kerja.

Inflasi 2025 tercatat 2,72 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.

Angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen meski jumlah penduduk miskin masih sekitar 3,3 juta orang.

Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

Sinergi BUMD dan organisasi perangkat daerah memperluas layanan kesehatan melalui program Spelling yang telah menjangkau 935 desa dan 91.808 sasaran.

Pemerintah meningkatkan status Bandara Ahmad Yani menjadi bandara internasional sehingga mempermudah akses penerbangan langsung Semarang–Kuala Lumpur.

Akses menuju Karimunjawa juga semakin beragam.

Persentase rumah layak huni naik menjadi 77,19 persen, sementara kondisi jalan kategori baik mencapai 89,94 persen.

Produksi padi mencapai 1,2 juta ton dan melampaui target.

Penanganan Bencana dan Lingkungan

Pada 2025, BPBD mencatat 368 kejadian bencana dengan banjir sebagai peristiwa terbanyak.

Pemerintah melakukan normalisasi sungai, pengerukan, penguatan tebing, dan pemeliharaan tanggul di lebih dari 41 titik di Kendal, Demak, dan Grobogan.

Pemerintah menanam lebih dari satu juta mangrove untuk mengurangi abrasi pesisir.

Selain itu, pemerintah mengusulkan Gunung Slamet dan Muria sebagai kawasan taman nasional serta menutup tambang yang berpotensi memicu bencana.

Program Nasional dan Reformasi ASN
Jawa Tengah membentuk 8.556 koperasi Merah Putih, terbanyak di Indonesia.

Program cek kesehatan gratis menjangkau 14.297.295 orang.

Namun pekerjaan rumah tetap ada. Indeks integritas ASN baru mencapai 75,3 dari target 80,9 sehingga pembenahan terus berjalan.

Tantangan Masih Panjang

Produksi sampah mencapai lebih dari 6 juta ton per tahun dan baru 60 persen yang dapat dikelola dengan baik.

Pemerintah menyusun rencana aksi, membentuk satgas, dan memulai proyek tempat pembuangan sampah regional.

Semua capaian ini baru langkah awal. Tantangan masih banyak, tetapi semangat tetap sama: cancut taliwondo, holopis kuntul baris.

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Puting Beliung Rusak Atap Huntara di Desa Capar Tegal, Polisi Langsung Turun ke Lokasi

8 September 2026 - 17:04 WIB

Uang Rp208 Juta dan Laptop Dicuri dari Mobil Warga Kudus, Polisi Lakukan Penyelidikan

8 September 2026 - 13:51 WIB

Maulid Nabi di Guworejo, Kasdim Sragen Tekankan Pentingnya Gotong Royong

8 September 2026 - 13:26 WIB

Anak Asal Salatiga Ditemukan di Bandung, Keluarga Evin Apresiasi Respons Cepat Polda Jateng

8 September 2026 - 11:49 WIB

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Koramil Kismantoro Patroli Bersama Linmas

8 September 2026 - 10:55 WIB

Sindhu Laras Bocah Buktikan Seni Tradisional Tetap Diminati Generasi Muda

8 September 2026 - 10:40 WIB

Trending di KABAR JATENG