Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 30 Jan 2026 20:00 WIB

Wagub Jateng Pantau Penanganan Banjir Pekalongan, Tekankan Kelayakan Fasilitas Pengungsi


					Wagub Jateng Pantau Penanganan Banjir Pekalongan, Tekankan Kelayakan Fasilitas Pengungsi Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, terus memonitor upaya penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Pekalongan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi serta fasilitas di lokasi pengungsian berada dalam kondisi layak digunakan.

Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin menaruh perhatian khusus pada ketersediaan sarana sanitasi di titik-titik pengungsian.

Ia menilai fasilitas tersebut perlu ditambah agar para pengungsi dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat.

Saat ini, jumlah toilet portabel di beberapa lokasi masih terbatas sehingga menjadi salah satu prioritas penanganan.

Usai menghadiri rangkaian peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026), Gus Yasin menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta jajaran terkait untuk terus melakukan pengecekan dan penambahan fasilitas yang dibutuhkan.

Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah agar pelayanan bagi warga terdampak bencana dapat berjalan optimal.

Ia juga mengimbau masyarakat yang terdampak banjir agar aktif menyampaikan kebutuhan di lapangan kepada petugas maupun pemerintah daerah.

Menurutnya, laporan langsung dari warga sangat membantu percepatan penanganan karena pemerintah dapat segera menindaklanjuti setiap kekurangan fasilitas maupun logistik.

Lebih lanjut, Gus Yasin meminta masyarakat Jawa Tengah yang tengah menghadapi bencana, baik banjir, tanah longsor, rob, maupun banjir bandang, untuk tetap bersabar.

Pemerintah provinsi, kata dia, akan terus bersiaga hingga kondisi benar-benar aman dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing tanpa risiko.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menjelaskan bahwa saat ini ketersediaan WC portabel di pengungsian memang masih terbatas.

Meski demikian, para pengungsi juga dapat memanfaatkan fasilitas sanitasi di sekitar lokasi, seperti toilet masjid dan bangunan umum lainnya.

BPBD Kabupaten Pekalongan juga telah membuka lokasi pengungsian tambahan di International Batik Centre (IBC) yang memiliki sarana kamar mandi lebih memadai.

Namun, sebagian warga memilih tetap berada di titik pengungsian yang dekat dengan rumah mereka sehingga terjadi penumpukan di beberapa lokasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, penataan dan pemindahan sebagian pengungsi terus dikoordinasikan bersama pihak kecamatan dan pemerintah desa agar fasilitas yang tersedia dapat digunakan secara merata.

Berdasarkan data terakhir, banjir di Kabupaten Pekalongan menggenangi 31 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

Peristiwa ini berdampak pada sekitar 60 ribu lebih warga atau lebih dari 19 ribu kepala keluarga.

Hingga akhir Januari 2026, ribuan warga masih bertahan di tempat pengungsian.

Selain permukiman, ribuan rumah serta puluhan fasilitas umum turut terdampak bencana tersebut. (di)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Jembatan Sungai Tuntang Buka Akses Baru bagi Ribuan Warga di Kedungjati

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pemprov Jateng Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

12 Maret 2026 - 08:48 WIB

Trending di KABAR JATENG