SEMARANG, Kabarjateng.id – Pasangan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menjalankan program Pesantren Obah sebagai salah satu dari 11 program prioritas.
Program obah ini menyasar pendidikan keagamaan dan penguatan dunia pesantren di Jawa Tengah.
Sepanjang 2025, Pemprov Jateng merealisasikan tiga agenda utama, yakni penyaluran insentif guru agama, pemberian bisyaroh bagi santri penghafal Al-Qur’an, serta persiapan beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren.
230 Ribu Guru Agama Terima Insentif
Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah mencatat, selama 2025 Pemprov Jateng menyalurkan insentif kepada 230.830 guru agama.
Rinciannya meliputi 225.187 guru agama Islam, 4.430 guru Kristen, 474 guru Katolik, 545 guru Buddha, 180 guru Hindu, dan 13 guru Konghucu.
Setiap guru menerima Rp1.200.000 per tahun. Pemprov membaginya dalam tiga tahap, masing-masing Rp300.000 setiap empat bulan.
Total anggaran yang Pemprov Jateng kucurkan mencapai Rp277.046.000.000, termasuk biaya operasional petugas.
Plt Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono, memastikan seluruh anggaran 2025 sudah cair.
Ia menegaskan Pemprov akan melanjutkan program tersebut pada 2026.
2.000 Hafiz Quran Dapat Tali Asih
Selain guru agama, Pemprov Jateng juga menyalurkan bisyaroh kepada 2.000 santri hafiz Al-Qur’an. Masing-masing santri menerima Rp1.000.000.
Gunawan menyatakan Pemprov mempertahankan jumlah penerima yang sama pada 2026.
Ketua Tim Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Ali Ansori, menjelaskan Pemprov menyalurkan hibah melalui Kanwil Kemenag Jateng karena lembaga tersebut memegang data dan verifikasi penerima.
Sejak 2023, Kanwil Kemenag juga mengikutsertakan para ustaz dalam program BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran Rp10.800 per orang setiap bulan.
Beasiswa Dalam dan Luar Negeri
Pemprov Jateng memulai program beasiswa santri dan pengasuh pesantren pada awal 2026.
Saat ini panitia membuka pendaftaran sejak 18 Februari, melanjutkan seleksi pada Juni, dan mengumumkan hasilnya pada Agustus 2026.
Calon peserta dapat mengakses informasi melalui aplikasi JNN–Jateng Ngopeni Nglakoni dan laman resmi Pemprov Jateng.
Pemprov Jateng juga membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) untuk menyeleksi calon penerima.
Pada 2026, Pemprov mengalokasikan anggaran Rp6,8 miliar per tahun untuk 90 penerima beasiswa.
Sebanyak 24 orang menempuh pendidikan dalam negeri dan 66 orang belajar di luar negeri pada jenjang vokasi, S1, S2, hingga S3, dengan target kelulusan empat tahun akademik.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov dalam membangun fondasi moral dan keilmuan masyarakat pesantren.
Ia mengakui keterbatasan anggaran membuat nominal insentif belum maksimal, namun Pemprov tetap membaginya secara merata dan meningkatkan alokasi pada 2026.
Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan perhatian pemerintah terhadap pesantren terus meningkat dari tingkat kabupaten hingga pusat.
Menurutnya, Pemprov Jateng tetap mengalokasikan tali asih bagi para penghafal Al-Qur’an meski APBD mengalami penurunan.
Santriwati Ponpes Manba’ul Hikmah Kaliwungu Kendal, Wafiq Salma, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemprov Jateng.
Ia berharap program bisyaroh penghafal Al-Qur’an terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. (dkp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.