SEMARANG, Kabarjateng.id – PWI Pusat resmi melantik pengurus PWI Jateng periode 2025-2030 dari Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (2/11) pagi.
Hadir pada pelantikan pengurus yakni Ketua PWI Pusat Akhmad Munir, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, Wali Kota Semarang, jajaran Forkopimda Jateng, serta perwakilan Kodam dan Polda.
“Selamat dan apresiasi kawan-kawan PWI Jateng. Semoga amanah dan tetap menjaga marwah organisasi,” ujar Gus Yasin dalam sambutannya.
Gus Yasin menegaskan Jawa Tengah sejak dulu memiliki tradisi kuat menjaga kekompakan organisasi profesi seperti PWI Jateng.
Ia menyebut, meski ada dinamika atau potensi dualisme kepengurusan pada organisasi, Jawa Tengah tetap menjadi wilayah aman dan stabil.
Sebab, warganya telah membangun komunikasi intens dan konstruktif.
Menurutnya, budaya dialog membuat PWI Jateng selalu menjadi contoh bagi provinsi lain.
Peran Historis
Ia mengingatkan bahwa sejak masa awal kemerdekaan, para wartawan Jawa Tengah menjadi pelopor kebersamaan dan motor penting penyebaran informasi nasional.
Peran historis itu, kata Gus Yasin, lewat kepengurusan baru.
Jawa Tengah, menurutnya, juga pernah pada masa-masa menentukan, ketika para jurnalis memainkan peran strategis pemberitaan perjuangan bangsa.
Gus Yasin menegaskan kunci pembangunan daerah adalah transparansi, sehingga keberadaan PWI Jateng era sekarang semakin masuk.
Pers, menurutnya, bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tugas edukasi agar masyarakat mampu memahami isu-isu pembangunan secara jernih dan proporsional.
Jawa Tengah, lanjutnya, membutuhkan seluruh unsur pers untuk memperkuat kualitas pemberitaan yang kritis, berimbang, dan tetap memberikan ruang edukasi kepada publik.
“Pembangunan Jawa Tengah membutuhkan persatuan, termasuk kritik membangun. Kritik itu tidak masalah, selama tujuannya memberi edukasi bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti keberadaan UU Pers yang disebutnya sangat strategis karena memberikan landasan hukum bagi jurnalis PWI untuk menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab.
Melalui Kode Etik Jurnalistik, PWI Jawa Tengah memiliki kesempatan besar untuk memperkuat kualitas pemberitaan yang mendukung pembangunan daerah serta menjaga ruang publik tetap sehat.
Di akhir sambutan, Gus Yasin berpesan agar pengurus baru PWI Jateng melanjutkan program-program baik dari kepengurusan sebelumnya.
Estafet kepemimpinan PWI tersebut, katanya, harus dijalankan tanpa menimbulkan suasana yang tidak nyaman bagi internal organisasi.
Ia meminta PWI Jateng segera melakukan konsolidasi, memperkuat program edukasi publik, serta menegaskan pentingnya kesadaran bermedia yang sesuai etika dan berlandaskan nilai konstitusi.
“Silakan mengkritik, tapi sertakan edukasi. Bermedia itu ada kode etik yang berakar dari UUD 1945. Jangan tinggalkan program baik para pendahulu, dan jaga suasana tetap harmonis,” pesannya.
Penulis: Wahyu Hamijaya
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.