SEMARANG, Kabarjateng.id – Serangkaian bencana longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Jawa Tengah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.
Rumah-rumah warga rusak berat, akses jalan tertutup material tanah, dan ratusan keluarga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri. Situasi ini juga diperburuk dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu longsor susulan.
Bagi para penyintas, longsor datang begitu cepat sehingga mereka hanya sempat menyelamatkan diri tanpa membawa harta benda.
Banyak dari mereka kehilangan sumber penghidupan, mulai dari lahan pertanian hingga ternak yang tertimbun material longsor. Kondisi ini membuat kebutuhan bantuan kemanusiaan semakin mendesak.
Data sementara mencatat bencana terjadi di tiga kabupaten.
Di Cilacap, longsor menerjang Dusun Tarukahan dan Cibuyut di Desa Cibeunying pada Kamis (13/11/2025). Sebanyak 16 warga ditemukan meninggal dunia, 7 orang masih dicari, dan 106 warga mengungsi.
Di Banjarnegara, insiden terjadi pada Sabtu (16/11/2025) di Dusun Situkung, Desa Pandanarum. Kejadian tersebut melanda empat RT dan menyebabkan dua korban meninggal dunia.
Puluhan warga lainnya masih belum ditemukan, sementara ratusan penyintas dievakuasi ke tempat aman.
Sementara itu, di Purbalingga, pergerakan tanah terjadi di Desa Maribaya, Karanganyar, setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Merespons situasi tersebut, Ketua LAZISNU Jawa Tengah, Muh Mahsun, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah cepat untuk membantu para korban.
Ia menuturkan bahwa LAZISNU menggerakkan seluruh pengurus cabang dan masyarakat luas agar bersama-sama memberikan dukungan kemanusiaan.
“Kami mengimbau warga Nahdliyyin dan masyarakat umum untuk turut berdonasi. Seluruh PCNU di Jawa Tengah kami instruksikan turun tangan menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana,” ujar Mahsun, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu fase darurat maupun pemulihan.
Bantuan mencakup kebutuhan logistik pengungsian, perlengkapan harian, dukungan evakuasi, hingga upaya rehabilitasi pascabencana seperti perbaikan fasilitas umum atau hunian warga yang rusak.
Penggalangan dana dilakukan mulai 18 November sampai 17 Desember 2025. Seluruh hasil donasi akan disatukan pada 19 Desember 2025 melalui rekening BSI 2000770003 dan BCA 7830777355 atas nama LAZISNU Jawa Tengah. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor kontak 082222200256.
Seluruh dana yang terhimpun nantinya dikelola melalui NU Peduli Jawa Tengah, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan para penyintas di tiga kabupaten terdampak tersebut. (arh)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.