SEMARANG | kabarjateng.id – Pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) serta Yayasan Karya Rumah Sahabat menggelar pelatihan budidaya sayuran hidroponik bagi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bidadari di Kota Semarang, Senin (27/7/2026).
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan anggota KWT dalam mengelola pertanian di lahan terbatas.
Melalui metode hidroponik, peserta diharapkan mampu memanfaatkan pekarangan atau ruang sempit menjadi sumber pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha yang bernilai ekonomi.
Wakil Ketua Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara, M. Nafiul Haris, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi tindak lanjut dari pembangunan dua unit instalasi hidroponik yang masing-masing berdiri di atas lahan berukuran 10 x 2 meter.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana praktik sekaligus pusat pengembangan pertanian perkotaan bagi anggota KWT.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi pangan secara mandiri sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi keluarga,” ujarnya.
Tidak hanya mempelajari teknik bercocok tanam, peserta juga dibekali strategi pemasaran hasil panen agar produk hidroponik memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Materi pemasaran disampaikan oleh Founder Eventrue Agency Branding and Marketing, Yanuar Aris Budiharto.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mulai dari pengenalan sistem hidroponik, teknik penyemaian benih, pengelolaan nutrisi tanaman, hingga perawatan yang tepat agar menghasilkan panen berkualitas.
Haris berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai Kelompok Wanita Tani di Kota Semarang sehingga pertanian berbasis hidroponik semakin berkembang dan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua KWT Bidadari Kelurahan Sampangan, Zakiyah, menilai hidroponik menjadi solusi yang tepat untuk kawasan perkotaan karena tidak membutuhkan lahan luas, lebih hemat penggunaan air, dan mampu menghasilkan sayuran berkualitas.
Ia menambahkan, hasil panen hidroponik tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat dipasarkan sehingga menjadi tambahan penghasilan bagi anggota KWT.
“Ketahanan pangan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Melalui KWT, kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan setiap ruang yang ada agar menjadi lahan produktif yang menghasilkan pangan sehat,” katanya.
Selain menerima materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti praktik langsung merakit instalasi hidroponik sederhana, menanam bibit sayuran, serta mempelajari teknik pemeliharaan tanaman sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing. (dkp)






