Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Gubernur Jateng Dorong Pengawasan Ketat Lembaga Keagamaan Usai Dugaan Kekerasan Seksual di Demak

badge-check


					Gubernur Jateng Dorong Pengawasan Ketat Lembaga Keagamaan Usai Dugaan Kekerasan Seksual di Demak Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret salah satu pengasuh padepokan di Kabupaten Demak harus dilakukan secara tegas, sekaligus diiringi langkah pencegahan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Luthfi, upaya memberantas kekerasan seksual tidak cukup hanya melalui proses penegakan hukum.

Peran aktif tokoh agama, pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman serta mencegah terulangnya kasus serupa.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah pada Senin (8/6/2026), saat menanggapi kasus yang belakangan menjadi perhatian publik.

Luthfi menjelaskan bahwa pembinaan dan pengawasan lembaga pendidikan berbasis agama merupakan ranah Kementerian Agama.

Namun demikian, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengedukasi masyarakat dan memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan.

Ia menilai, proses hukum terhadap pelaku harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera.

Di sisi lain, kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem perlindungan terhadap anak maupun kelompok rentan.

“Pencegahan harus menjadi prioritas bersama. Jika seluruh unsur masyarakat bergerak, potensi terjadinya kasus serupa dapat diminimalkan,” tegasnya.

Luthfi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tokoh agama, ulama, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum untuk memperkuat pengawasan dan membangun budaya saling peduli di lingkungan pendidikan maupun lembaga keagamaan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pemerintah provinsi akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna menentukan langkah yang tepat dalam menyikapi persoalan tersebut.

Menurutnya, kewenangan perizinan dan pembinaan pondok pesantren maupun lembaga pendidikan berbasis agama berada di bawah Kementerian Agama.

Karena itu, setiap keputusan yang diambil harus melalui pembahasan bersama agar tidak menimbulkan dampak baru, terutama bagi para santri yang masih menempuh pendidikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik. Keberadaan para santri juga harus menjadi perhatian sehingga langkah yang diambil benar-benar tepat,” ujar Sumarno.

Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah padepokan di Kabupaten Demak sebelumnya dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya pengawasan yang lebih kuat di lingkungan pendidikan dan keagamaan, serta perlunya perlindungan maksimal bagi korban agar mendapatkan keadilan melalui proses hukum yang berlaku. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Semangat Juang Prajurit Kodam IV/Diponegoro Teruji dalam Lomba Pleton Tangkas

29 Juli 2026 - 07:49 WIB

Pagelaran Wayang Kulit dan Ruwat Kabumi Desa Bringin Berlangsung Meriah, Sepeda Listrik Jadi Hadiah Utama Doorprize

29 Juli 2026 - 07:12 WIB

Logo Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah Resmi Dipilih, Karya “Gumregut Nyawiji” Jadi Identitas Perayaan

28 Juli 2026 - 19:41 WIB

Sekda Jateng Ingatkan ASN Terbuka terhadap Kritik demi Tingkatkan Pelayanan Publik

28 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pemprov Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di 25 Daerah

28 Juli 2026 - 19:06 WIB

Tiga Hari Tersesat di Jepara, Warga Kudus Akhirnya Ditemukan Berkat Bantuan Polisi

28 Juli 2026 - 17:35 WIB

Trending di KABAR JATENG