Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 18 Mar 2026 04:34 WIB

Didukung Pemprov Jateng, Pelindo Siapkan Revitalisasi Pelabuhan dan Pembangunan Dry Port Usai Lebaran


					Didukung Pemprov Jateng, Pelindo Siapkan Revitalisasi Pelabuhan dan Pembangunan Dry Port Usai Lebaran Perbesar

JAKARTA, Kabarjateng.id – Pelindo dan Pemprov Jateng akan mempercepat penguatan logistik Jawa Tengah setelah Lebaran 2026 melalui revitalisasi pelabuhan dan pembangunan dry port.

Gubernur Ahmad Luthfi dan Dirut Pelindo Achmad Muchtasyar menyepakati langkah tersebut saat bertemu di Anjungan Jawa Tengah, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Keduanya menggelar pertemuan di sela pelepasan ribuan pemudik dari Jabodetabek menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

Revitalisasi Pelabuhan dan Rencana Dry Port

Achmad Muchtasyar menilai diskusi bersama Gubernur berjalan konstruktif dan menghasilkan langkah konkret penguatan sistem logistik nasional.

Pelindo akan menata Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan membangun dry port untuk memperkuat distribusi logistik.

Pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah mendorong kebutuhan sistem logistik yang kuat dan terintegrasi.

Pelindo mendorong pembangunan dry port di sekitar kawasan industri guna meningkatkan efisiensi distribusi barang.

Realisasi Dikebut Setelah Lebaran

Saat ini, Pelindo memprioritaskan pelayanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Setelah Lebaran, Pelindo akan membentuk tim khusus untuk mempercepat pembangunan dry port dan meningkatkan pengelolaan pelabuhan.

Potensi Besar, Tantangan Kapasitas

Gubernur Ahmad Luthfi menyambut komitmen Pelindo dalam memperkuat sektor logistik Jawa Tengah.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pergerakan kontainer nasional.

Namun, pelaku industri masih mengirim sebagian besar kontainer melalui pelabuhan Jakarta dan Surabaya.

Saat ini, pelaku usaha baru mengirim sekitar 30 persen kontainer langsung dari Jawa Tengah.

Keterbatasan kapasitas pelabuhan masih menghambat distribusi logistik.

Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh kawasan industri.

Dry Port Jadi Solusi Strategis

Ahmad Luthfi menilai pembangunan dry port menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas pelabuhan.

Pemprov Jateng bersama PT KAI telah membahas rencana tersebut dan mengkaji sejumlah lokasi strategis.

Pemerintah memprioritaskan Kawasan Industri Terpadu Batang sebagai lokasi pembangunan dry port.

Selain itu, Pemerintah akan menghubungkan dry port Batang dengan simpul logistik lain, termasuk rencana pengembangan di Kendal.

Pemerintah juga akan mengintegrasikan transportasi kereta api untuk mendukung distribusi barang dan mobilitas pekerja industri.

Pemprov Jateng telah menyampaikan konsep tersebut kepada Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. (di)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Viral Truk Overload, Satlantas Polres Semarang Turun Tangan dan Beri Sanksi Tegas

16 April 2026 - 06:48 WIB

Dukung Program Bangga Kencana, Sekda Jateng Ajak Perkuat Peran Keluarga

16 April 2026 - 06:27 WIB

Benang Sederhana, Ruang Kreativitas di Tengah Padatnya Profesi

16 April 2026 - 06:13 WIB

Hiace Hantam Truk di Tol Semarang–Solo, Dua Orang Meninggal Dunia

15 April 2026 - 23:54 WIB

Pemkab Demak Resmikan Desa Binaan Imigrasi di Mranggen, Perkuat Edukasi Paspor dan Cegah TPPO

15 April 2026 - 23:42 WIB

Truk Tanpa Plat dan Diduga Overload Melintas di Bergas, Pengawasan Dipertanyakan

15 April 2026 - 18:23 WIB

Trending di Daerah