Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

BPBD Jateng Tancap Gas Atasi Banjir Solo Raya, Evakuasi Warga hingga Pompanisasi Dipercepat

badge-check


					BPBD Jateng Tancap Gas Atasi Banjir Solo Raya, Evakuasi Warga hingga Pompanisasi Dipercepat Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Banjir yang melanda kawasan Solo Raya sejak Selasa (14/4) sore mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bergerak cepat.

BPBD memfokuskan penanganan darurat pada penyelamatan warga, distribusi bantuan, serta percepatan surutnya genangan di tengah tingginya debit Sungai Bengawan Solo.

Evakuasi Warga Jadi Prioritas

Begitu air mulai menggenangi permukiman, BPBD Jateng langsung mengerahkan tim gabungan ke berbagai titik terdampak.

BPBD juga menjalankan koordinasi lintas sektor agar penanganan berlangsung efektif dan terpadu.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi fokus utama dalam situasi darurat ini.

Tim dari BPBD kabupaten/kota, relawan, PMI, TNI, dan Polri turun langsung membantu evakuasi.

“Tim terus mengevakuasi warga dari lokasi terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya di Semarang, Rabu (15/4).

Hingga kini, permintaan evakuasi terus meningkat seiring pergerakan air ke wilayah yang lebih rendah.

BPBD menyiapkan sejumlah titik pengungsian di fasilitas umum seperti masjid, balai warga, dan gedung sosial.

Data sementara menunjukkan jumlah pengungsi di Kota Surakarta mencapai 109 jiwa.

Sementara di Kabupaten Sukoharjo, banjir berdampak pada sekitar 1.900 warga.

Distribusi Bantuan dan Layanan Kesehatan

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Jawa Tengah menggandeng Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Tim menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan bagi para pengungsi.

Petugas memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu agar mereka tetap mendapat penanganan optimal selama berada di pengungsian.

Pompanisasi Digenjot, Namun Belum Maksimal

Selain evakuasi, BPBD mengintensifkan pompanisasi di sejumlah titik genangan. Langkah ini bertujuan menurunkan volume air di kawasan permukiman.

Namun, tingginya muka air Sungai Bengawan Solo membuat kinerja pompa belum berjalan maksimal.

“Pompa sudah kami operasikan, tetapi hasilnya belum optimal karena debit sungai utama masih tinggi,” jelas Bergas.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi teknis seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengendalikan aliran air dan mempercepat penanganan secara menyeluruh.

Antisipasi Jangka Panjang

Curah hujan tinggi serta peningkatan debit Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, seperti Sungai Jenes dan Sungai Pepe, memicu banjir di wilayah tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD mendorong program normalisasi sungai dan pembangunan kawasan tampungan air (retensi) agar aliran hujan tidak langsung membebani sungai utama.

“Ke depan perlu ada sistem penampungan air yang memadai, sehingga aliran air hujan bisa terkendali sebelum masuk ke sungai,” ungkapnya.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

BPBD Jawa Tengah memastikan seluruh personel dan peralatan tetap siaga.

Potensi banjir susulan masih terbuka, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan genangan.

Dengan langkah cepat dan koordinasi yang solid, BPBD berupaya menekan dampak banjir dan mempercepat pemulihan kondisi di Solo Raya. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Babinsa Nogosari Kawal Revitalisasi SMKN 1 Boyolali Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

1 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Lantik Pengurus PTMSI Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Kebangkitan Prestasi Tenis Meja

1 Agustus 2026 - 18:57 WIB

AKBP Wahyu Sulistyo Resmi Pimpin Polres Kudus, Komitmen Perkuat Pelayanan dan Kamtibmas

1 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Rutan Salatiga Fasilitasi Warga Binaan Tunjukkan Bakat Lewat Lomba Karaoke

1 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Rutan Salatiga Gelar Kerja Bakti, Ciptakan Lingkungan Bersih demi Tingkatkan Pelayanan

1 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Dinkes Kota Semarang Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6

1 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Trending di Kabar Semarang