SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan sekitar 6 juta wisatawan mengunjungi berbagai destinasi selama libur Lebaran 2026.
Lonjakan ini mendorong pemerintah memperkuat pengamanan, meningkatkan layanan, serta memastikan kesiapan fasilitas di seluruh objek wisata.
Pergerakan wisatawan meningkat seiring tingginya arus mudik tahun ini. Sekitar 17,3 juta orang pulang ke Jawa Tengah.
Sebagian pemudik memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga di berbagai daerah tujuan.
Peluang dan Tantangan Pariwisata
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebut angka kunjungan ini menjadi peluang sekaligus tantangan.
“Sekitar 6 juta orang akan berwisata. Kami harus memastikan keamanan dan kenyamanan tetap terjaga,” kata Hanung, Rabu (18/3/2026).
Pemerintah provinsi menyiapkan berbagai langkah antisipasi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola destinasi, serta instansi terkait.
Fokus utama mencakup kesiapan fasilitas, sistem pengamanan, serta peningkatan kualitas pelayanan wisatawan.
Destinasi Favorit Ramai Pengunjung
Sejumlah destinasi menjadi tujuan utama selama libur Lebaran, terutama di kawasan Solo Raya.
Wisatawan memadati Tawangmangu di Karanganyar, Masjid Sheikh Zayed di Surakarta, serta Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.
Kawasan Dieng di Wonosobo juga menjadi favorit, terutama karena atraksi balon udara yang menarik perhatian wisatawan.
Destinasi religi di Demak dan Kudus menarik banyak peziarah selama momentum libur Lebaran.
Antisipasi Cuaca di Kawasan Pantai
Pemerintah memberi perhatian khusus pada kawasan pantai selatan Jawa Tengah, seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri.
Potensi hujan dan angin kencang mendorong peningkatan pengawasan demi menjaga keselamatan pengunjung.
“Kami terus berkoordinasi dengan posko Lebaran dan instansi terkait, khususnya pengamanan kawasan pantai,” ujar Hanung.
Desa Wisata Jadi Alternatif Favorit
Selain destinasi populer, desa wisata juga menjadi pilihan menarik bagi wisata keluarga.
Pengelola menjaga kebersihan, meningkatkan keamanan, serta memastikan kesiapan fasilitas pendukung.
Hanung mengajak wisatawan ikut menjaga ketertiban dan kebersihan selama berkunjung.
Ia menekankan pentingnya menjaga objek wisata sebagai tanggung jawab bersama demi kenyamanan semua pihak.
Guci Forest Siap Sambut Wisatawan
Pengelola Guci Forest di Kabupaten Tegal menyiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut lonjakan pengunjung.
Manager Marketing Guci Forest, Umi Baini, menyebut pihaknya telah membenahi sejumlah sarana pendukung.
Pengelola menyediakan hotel, vila, glamping, area camping, pemandian air panas, serta wisata jeep offroad.
Pengelola juga memperbaiki area parkir, kolam pemandian, serta memasang papan peringatan di titik rawan.
“Kami menyiapkan informasi darurat dan nomor layanan untuk menjamin keselamatan pengunjung,” jelas Umi.
Selama libur Lebaran, Guci Forest menerima sekitar 4.000 pengunjung per hari.
Optimisme Dongkrak Ekonomi Daerah
Dengan kesiapan tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis mampu mengelola lonjakan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (dkp)






