Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 2 Mar 2026 04:40 WIB

17,7 Juta Pemudik Masuk Jateng, 69 Jalur Mudik Rawan Macet dan Bencana


					17,7 Juta Pemudik Masuk Jateng, 69 Jalur Mudik Rawan Macet dan Bencana Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Arus mudik Lebaran 2026 membayangi Jawa Tengah dengan potensi kemacetan dan ancaman bencana.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) mencatat 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional.

Pada periode mudik dan arus balik, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Provinsi Jawa Tengah.

BBPJN Jateng-DIY merilis data tersebut menjelang puncak pergerakan kendaraan.

Jajaran teknis memetakan seluruh titik rawan untuk mengantisipasi lonjakan arus sekaligus menghadapi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem yang kerap memicu banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa titik rawan kemacetan tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan.

Kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol mendominasi lokasi tersebut.

“Seluruh titik sudah kami petakan. Kami menyiapkan personel dan peralatan agar potensi hambatan arus mudik bisa kami tekan,” ujar Iqbal saat menyampaikan kesiapan jalur Lebaran 2026 di kantor BBPJN Jateng-DIY, Kabupaten Semarang, Jumat, 27 Februari 2026.

Jalur Pantura Jadi Koridor Paling Krusial

Iqbal menegaskan jalur Pantura menjadi koridor paling krusial karena menampung kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk angkutan logistik dan bus antarkota.

Ia memprediksi kepadatan meningkat signifikan pada H-3 hingga H+3 Lebaran.

Selain Pantura, jalur tengah dan selatan juga menghadapi tekanan volume kendaraan, terutama di simpang padat dan akses keluar-masuk tol yang kerap memicu antrean panjang.

Titik Rawan Banjir dan Longsor Mengintai

Selain kemacetan, BBPJN Jateng-DIY mengidentifikasi 23 titik rawan bencana yang terdiri atas 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.

Titik rawan banjir berada di Jalan Kaligawe Semarang, ruas Sayung perbatasan Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta sejumlah ruas di Kendal jalur Pantura.

Petugas juga mendeteksi potensi genangan di Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen.

Mayoritas lokasi tersebut berada di dataran rendah dengan riwayat banjir akibat hujan berintensitas tinggi maupun rob.

Di sisi lain, jalur selatan dan wilayah perbukitan menyimpan risiko longsor lebih besar.

Titik rawan longsor tersebar di Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon, Ajibarang/Wangon, Wangon–Batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, hingga Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo.

Tanah labil dan kontur terjal memperbesar risiko saat curah hujan meningkat.

Posko Lebaran dan Peralatan Berat Disiagakan

Untuk mempercepat respons, BBPJN Jateng-DIY menyiapkan 18 posko Lebaran di koridor strategis jalur nasional, mulai Pantura barat hingga selatan.

Tim teknis melengkapi posko dengan peralatan berat guna menangani gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan secara cepat.

Empat Unit Pelaksanaan Peralatan (UPP) Disaster Relief Unit (DRU) juga bersiaga di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta.

Tim menyediakan excavator, wheel loader, motor grader, dump truck, asphalt finisher, hingga rangka jembatan darurat bentang 30 meter untuk mendukung penanganan darurat.

Gubernur Tekankan Perawatan 2.200 Kilometer Jalan Provinsi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan kesiapan daerahnya dalam menyambut pemudik.

Ia meminta seluruh jajaran tidak lengah karena Jawa Tengah menjadi simpul utama perlintasan nasional.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebanyak 17,7 juta orang akan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026.

Secara nasional, Jawa Tengah juga menjadi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

Ahmad Luthfi menekankan bahwa pemerintah provinsi mengelola hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen.

Pada 2026, pemerintah memfokuskan perawatan agar kondisi jalan tetap optimal saat arus mudik dan balik berlangsung.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus mudik sekaligus melindungi keselamatan para pemudik.

Dengan lonjakan jutaan pergerakan orang dan ancaman gangguan alam, kesiapan infrastruktur serta kecepatan respons di lapangan akan menentukan kelancaran mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Tegal Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 19:56 WIB

Polri Siapkan Program Valet n’ Ride untuk Pemudik Sepeda Motor

12 Maret 2026 - 19:51 WIB

Mendag Budi dan Gubernur Luthfi Tinjau Pasar Kudus, Pastikan Harga Stabil Jelang Lebaran

12 Maret 2026 - 19:38 WIB

Pesantren Kilat SDN Bringin 01 Tanamkan Kepedulian dan Semangat Berbagi di Bulan Ramadan

12 Maret 2026 - 19:28 WIB

Polresta Magelang Hancurkan Ribuan Botol Miras untuk Jaga Kondusivitas Ramadan

12 Maret 2026 - 19:03 WIB

TMMD Sengkuyung 2026 Perkuat Sinergi Pembangunan di Semarang

12 Maret 2026 - 18:45 WIB

Trending di KABAR JATENG