SEMARANG, Kabarjateng.id – SDN Bringin 01 menggelar Pesantren Kilat bertema “Indahnya Berbagi di Bulan Suci, Raih Berkah dan Pahala Melimpah”.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu (12–14/3/2026).
Program ini bertujuan memperdalam pemahaman agama sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial siswa selama bulan Ramadan.
Sekolah mengemas pesantren kilat melalui berbagai kegiatan keagamaan untuk membentuk karakter religius dan kebiasaan baik para siswa.
Kepala SDN Bringin 01, Budi Rahayu, menegaskan kegiatan ini tidak sekadar mengisi aktivitas selama Ramadan.
Sekolah merancang pesantren kilat sebagai sarana pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kedisiplinan dan spiritualitas siswa.
Siswa melaksanakan salat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta mengikuti pembelajaran materi keagamaan bersama para guru.
“Ramadan menjadi momentum penting bagi siswa untuk meningkatkan keimanan serta membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Budi Rahayu, Kamis (12/3/2026).
Aksi Sosial Berbagi Sembako
Selain pembelajaran agama, sekolah juga menggelar kegiatan sosial dalam rangkaian pesantren kilat.
Pada hari kedua, siswa bersama guru menyalurkan paket sembako kepada pihak yang membutuhkan.
Bantuan tersebut menyasar siswa yatim dan siswa dari keluarga kurang mampu di lingkungan sekolah.
Sekolah juga menyalurkan bantuan kepada warga sekitar di wilayah Bringin, Bojong, Genthan, hingga Klopo.
Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa SDN Bringin 01 yang berjumlah 268 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 258 siswa Muslim dan 10 siswa non-Muslim.
Sebanyak 23 guru mendampingi seluruh kegiatan agar berjalan tertib dan lancar.
Dukungan Wali Murid
Budi Rahayu menegaskan sekolah terus menghadirkan program pendidikan yang menyeimbangkan pembelajaran akademik dan pembentukan karakter.
Ia berharap siswa menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada sesama.
Program pesantren kilat juga mendapat dukungan dari para orang tua siswa.
Salah satu wali murid, Eni L, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang rutin hadir setiap bulan Ramadan.
Menurutnya, program tersebut memberi dampak positif bagi perkembangan mental dan spiritual anak.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena membantu membentuk karakter serta nilai keagamaan anak-anak,” kata Eni.
Penutup dengan Buka Puasa Bersama
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sekolah menggelar acara buka puasa bersama.
Kegiatan ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah dalam suasana kebersamaan Ramadan. (ar)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.