SEMARANG, Kabarjateng.id — Ribuan jamaah menghadiri peringatan Hari Ber-Muhammadiyah Kota Semarang di halaman Kantor Kecamatan Genuk, Minggu (12/4).
Panitia menghadirkan suasana religius yang hangat sekaligus tertib.
Banser Nahdlatul Ulama (NU) turun langsung mengamankan kegiatan bersama panitia, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan Ber-Muhammadiyah ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan umat.
Oleh karena itu, Ia menilai kolaborasi antara Muhammadiyah dan NU mencerminkan kedewasaan dalam berorganisasi serta komitmen menjaga persatuan.
“Perbedaan bukan penghalang. Kita justru harus menjadikannya kekuatan untuk saling melengkapi,” ujarnya.
Lelang Cepat, Donasi Capai Rp 205 Juta
Panitia juga menggelar penggalangan dana untuk renovasi Masjid At Taqwa Muhammadiyah Genuk.
Mereka menargetkan pembangunan masjid tiga lantai dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar.
Jamaah menunjukkan antusiasme tinggi saat sesi lelang berlangsung.
Dalam waktu sekitar 15 menit, donatur langsung menyumbang hingga mencapai Rp 205 juta.
Capaian ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah.
Apresiasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat lainnya.
Ia menilai kolaborasi ini mampu memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap gerakan dakwah.
Menurutnya, Muhammadiyah harus terus menghadirkan Islam yang mencerahkan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Peran Pemerintah dan ‘Aisyiyah
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminudin, hadir dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Kehadiran pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Semarang, Aminah Kurniasih, M.Pd., menegaskan pentingnya peran perempuan dalam gerakan dakwah.
Ia menyebut anggota ‘Aisyiyah aktif mendorong keberhasilan penggalangan dana renovasi masjid.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah Kota Semarang untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang damai, toleran, dan berkemajuan. (dkp)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.