WONOGIRI | Kabarjateng.id – Sejumlah ruas jalan provinsi yang menjadi jalur penghubung Kabupaten Wonogiri dengan wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta akan mendapatkan penanganan pembangunan pada tahun 2026.
Peningkatan infrastruktur tersebut dilakukan setelah adanya tambahan alokasi anggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kebijakan yang diterbitkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Tambahan anggaran tersebut memberikan dampak signifikan bagi pembangunan jalan di Wonogiri.
Jika sebelumnya alokasi yang tersedia hanya sekitar Rp9,4 miliar, kini nilainya meningkat menjadi sekitar Rp42 miliar untuk mendukung enam paket pekerjaan pada sejumlah ruas jalan provinsi yang memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi menyiapkan tambahan anggaran infrastruktur sebesar Rp200 miliar yang dialokasikan ke berbagai daerah, termasuk Kabupaten Wonogiri.
Menurutnya, beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas pembangunan antara lain jalur Ngadirojo–Biting yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur.
Ruas sepanjang sekitar 40 kilometer tersebut menjadi akses penting menuju wilayah Ponorogo dan selama ini berperan sebagai jalur distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan peningkatan pada ruas Ngadirojo–Giriwoyo melalui pekerjaan betonisasi dan pengaspalan di sejumlah titik.
Jalan sepanjang kurang lebih 37 kilometer itu menjadi penghubung utama menuju jalur nasional yang mengarah ke Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Ruas lain yang masuk dalam program pembangunan adalah jalur Wonogiri–Manyaran–Blimbing yang terhubung langsung dengan wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keberadaan jalan tersebut dinilai strategis karena menjadi salah satu akses penting bagi kegiatan ekonomi, perdagangan, dan mobilitas warga antarwilayah.
Henggar mengungkapkan bahwa kondisi kemantapan jalan provinsi di Wonogiri mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun ini.
Jika sebelumnya berada di angka sekitar 92 persen, kini turun menjadi sekitar 68 persen.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari usia konstruksi jalan, tingginya volume kendaraan, curah hujan yang meningkat pada awal tahun 2026, hingga kondisi tanah yang relatif labil di sejumlah lokasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pekerjaan fisik dapat mulai dilaksanakan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Diharapkan, peningkatan kualitas jalan tersebut mampu memperlancar arus transportasi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, menyambut baik tambahan anggaran yang diberikan pemerintah provinsi.
Ia berharap pembangunan dapat segera terealisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Respons positif juga datang dari warga. Surya, warga Kecamatan Ngadirojo, mengaku senang dengan rencana perbaikan jalan tersebut.
Menurutnya, kondisi ruas Ngadirojo–Giriwoyo saat ini masih terdapat banyak lubang dan permukaan jalan yang bergelombang sehingga kerap menimbulkan kerusakan kendaraan, khususnya ban sepeda motor.
Dengan adanya pembangunan dan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik strategis tersebut, masyarakat berharap akses transportasi menuju Jawa Timur maupun Yogyakarta menjadi lebih lancar, aman, dan mampu mendorong aktivitas ekonomi di Kabupaten Wonogiri. (ar)






