SURAKARTA, Kabarjateng.id — Hizbul Wathan UMS kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “NGASIH (Ngabuburit Asik Sambil Bersih-Bersih)”.
Kegiatan itu dilaksanakan pada Senin 23 Februari 2026 sore di Area Kampus 1 & 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Panitia membuka kegiatan ini untuk umum dan mengajak seluruh mahasiswa serta masyarakat agar ikut berpartisipasi.
Dengan mengusung semangat kepedulian lingkungan dalam suasana ngabuburit yang menyenangkan, NGASIH menjadi ruang kolaborasi bagi kader Hizbul Wathan, civitas akademika, dan komunitas kampus untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Peserta tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih, tetapi juga mengikuti edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai wujud implementasi nilai-nilai keislaman dan kepanduan.
Wujudkan Fastabiqul Khoirot di Bulan Ramadan
Melalui gerakan ini, Hizbul Wathan UMS mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman.
Sekaligus bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Rakanda Azibsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk membumikan nilai Fastabiqul Khoirot di bulan penuh keberkahan.
“NGASIH bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga membersihkan hati dan memperkuat kepedulian sosial”
“Kami ingin menghadirkan ngabuburit yang lebih bermakna, sehingga setiap langkah kecil yang kami lakukan memberi kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat,” ujar Rakanda Azibsyah (23/26).
Edukasi dan Kolaborasi Lintas Elemen Kampus
Ketua BKM RGW, Rakanda Risky, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin hanya terlihat sebagai pemungut sampah yang berjalan. Di Hari Peduli Sampah Nasional, kami memilih membawa edukasi.
“Karena kami tidak hanya menargetkan sampah yang berserakan, tetapi juga menumbuhkan dan menerapkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya serta menjaga lingkungan dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Rakanda Risky.
Melalui NGASIH, Hizbul Wathan UMS menanamkan kesadaran bahwa aksi sederhana seperti memungut sampah dapat memberi dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen kader dalam mengintegrasikan nilai kepanduan, keislaman, dan kepedulian sosial ke dalam kehidupan kampus.
(Gissya/Media HW UMS)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.