SUKOHARJO | kabarjateng.id — Peringatan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo menjadi momentum penting untuk merefleksikan tata kelola pemerintahan sekaligus memacu optimisme pembangunan.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Martono, mengajak seluruh elemen daerah untuk bersatu padu, fokus mengembangkan potensi ekonomi, dan memperkuat kualitas pelayanan publik.
Harapan tersebut disampaikan Martono sebagai wujud komitmennya terhadap kemajuan berkelanjutan di Sukoharjo.
Bagi legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Tengah yang meliputi Sukoharjo, Klaten, dan Surakarta ini, momen bersejarah ini harus disikapi secara bijak sebagai pemacu semangat untuk meningkatkan tata kelola birokrasi, tanpa mengurangi kekhidmatan dan kebahagiaan hari jadi daerah.
“Sebagai wakil rakyat yang dipercaya oleh masyarakat di Dapil VII, khususnya Sukoharjo, saya melihat hari jadi ke-80 ini adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan refleksi bersama untuk melangkah maju. Momentum ini harus menjadi dorongan kuat bagi kita semua untuk terus menciptakan birokrasi yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Martono, Rabu (15/7/2026).
Martono, yang membidangi sektor perekonomian di Komisi B, menekankan bahwa Sukoharjo memiliki fondasi ekonomi kemasyarakatan yang sangat kokoh dan teruji menghadapi berbagai dinamika zaman.
Sektor-sektor strategis yang menjadi pilar kekuatan Sukoharjo meliputi klaster industri jamu tradisional di Nguter yang terus berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal, serta pusat kerajinan rotan di Trangsan dengan produk berkualitas tinggi yang sukses menembus pasar ekspor global.
Selain itu, kekuatan ekonomi daerah ini juga ditopang oleh industri tekstil skala besar yang menyerap tenaga kerja potensial, serta sektor pertanian tangguh yang secara konsisten menempatkan Sukoharjo sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah.
Menurut Martono, kekuatan ekonomi berbasis kerakyatan dan industri manufaktur inilah yang menjadi modal utama daerah untuk tetap berdiri tegak dan terus berkembang.
Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk tetap solid, menjaga profesionalitas tinggi, dan memastikan roda pelayanan publik serta administrasi pemerintahan berjalan dengan prima.
Lebih lanjut, legislator dari Dapil VII ini menilai bahwa kepastian layanan yang bersih serta terciptanya kondusivitas iklim usaha merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Kemudahan dan profesionalitas birokrasi inilah yang akan memberikan rasa aman bagi para pelaku UMKM lokal serta para investor untuk terus menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Sukoharjo.
“Potensi ekonomi Sukoharjo yang luar biasa ini akan melejit optimal jika ditopang oleh sistem tata kelola pemerintahan yang baik.
Kami di ranah legislatif berkomitmen untuk terus mengawal dan memberikan pengawasan agar program pembangunan serta pemberdayaan ekonomi di Sukoharjo tetap berjalan tepat sasaran demi kesejahteraan seluruh warga,” pungkas Martono. (ar)






