SRAGEN | kabarjateng.id – Sebanyak 166 SD negeri di Kabupaten Sragen hanya memperoleh kurang dari 10 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Dari jumlah itu, 39 sekolah bahkan mendapat kurang dari lima siswa, sementara dua SD di Kecamatan Masaran dan Tanon masing-masing hanya menerima satu murid baru.
Sekretaris Disdikbud Sragen, Sukisno, menyebut kondisi ini menjadi perhatian serius Pemkab Sragen.
Dari total 514 SD negeri, sebanyak 320 sekolah menerima 11–28 siswa baru, sedangkan hanya 28 sekolah yang mendapat lebih dari 28 siswa.
Minimnya murid baru dipicu terbatasnya lulusan TK di wilayah pinggiran serta persaingan dengan sekolah swasta dan madrasah ibtidaiyah (MI).
Meski demikian, sejumlah SD negeri di kawasan perkotaan justru kelebihan peminat hingga kuotanya penuh.
Sebagai solusi, Disdikbud Sragen berencana meregrouping delapan SD menjadi empat sekolah untuk meningkatkan efisiensi manajemen dan mengurangi persaingan antarsekolah negeri yang lokasinya berdekatan.
Regrouping akan dilakukan pada pasangan SDN 1–2 Pengkok, SDN 3–4 Pengkok, SDN 1–2 Doyong, serta SDN 1–3 Soko. (Sriyadi)






