Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 18 Jan 2026 10:01 WIB

Wali Kota Semarang Dorong Layanan Sosial Responsif di Awal Tahun


					Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng | dok istimewa Perbesar

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng | dok istimewa

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pelayanan sosial di Kota Semarang tidak dibatasi oleh waktu.

Menurut Wali Kota, pelayanan kepada masyarakat harus berjalan setiap saat, baik di awal tahun, akhir tahun, maupun di tengah tahun.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan di akhir atau awal tahun saja, tetapi harus terus berjalan karena persoalan sosial bisa muncul kapan saja,” ujar Wali Kota Semarang, dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/1).

Wali Kota Semarang menjelaskan bahwa Dinas Sosial bersama seluruh staf selalu siaga dan bekerja sama dengan relawan yang menjadi pilar-pilar sosial.

Pilar sosial tersebut berperan penting dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat secara cepat dan tepat.

“Kami selalu standby bersama pilar-pilar sosial untuk menangani masalah sosial di masyarakat secepat mungkin,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota Semarang, TRC menjadi salah satu pilar sosial yang berperan aktif di akhir dan awal tahun.

TRC disiagakan untuk membantu pengamanan gereja dan tempat ibadah saat Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, PSM juga bergerak di wilayah Kota Semarang untuk membersihkan PGOT dan gepeng.

“Upaya ini kami lakukan agar Kota Semarang bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Wali Kota Semarang.

Dalam penanganan bencana, Wali Kota Semarang menyebutkan Tagana dan Pordam selalu siap melayani masyarakat.

Mereka disiagakan untuk menghadapi banjir di wilayah Tugu dan Mangkang, serta kejadian sosial lain seperti rumah roboh dan rumah terbakar.

“Ketika terjadi bencana, masyarakat tidak boleh menunggu lama. Negara harus hadir melalui pelayanan sosial yang cepat,” tegas Wali Kota Semarang.

Wali Kota Semarang juga menyoroti peran Karang Taruna dan masyarakat dalam mitigasi bencana sosial.

Di wilayah Semarang Timur, Karang Taruna bersama warga melakukan kegiatan bersih lingkungan dan sungai.

Menurut Wali Kota, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga ketahanan sosial.

Terkait bantuan sosial, Wali Kota Semarang menyampaikan bahwa di awal tahun pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Kami memberikan 400 paket sembako dan 50 kasur gulung untuk warga Mangkang dan Mangunharjo,” ungkap Wali Kota Semarang.

Selain itu, bantuan nasi bungkus dan 400 paket sembako juga disalurkan kepada nelayan di Tambaklorok, Semarang Utara, menyusul cuaca angin ekstrem berdasarkan informasi BMKG.

Wali Kota Semarang menekankan pentingnya pemutakhiran data sosial. Dinas Sosial bersama PSM, PKH, dan perangkat wilayah terus melakukan verifikasi dan validasi data PPKS.

“Kami ingin data benar-benar akurat, transparan, dan akuntabel agar bantuan tepat sasaran kepada masyarakat,” kata Wali Kota Semarang.

Dalam hal prioritas layanan sosial, Wali Kota Semarang menegaskan bahwa semua layanan bersifat dinamis tergantung pada aduan dan kondisi kedaruratan.

“Korban banjir, kebakaran, rumah roboh, anak terlantar, dan orang tua terlantar pasti menjadi prioritas,” ujarnya.

Penetapan PPKS di Kota Semarang juga dilakukan berdasarkan kondisi riil masyarakat.

Wali Kota Semarang menambahkan bahwa penanganan masalah sosial dilakukan secara kolaboratif lintas OPD.

“Kami bekerja bersama BPBD, Damkar, PU, Perkim, Dinkes, Satpol PP, Polres, Kodim, dan OPD lainnya. Semua saling mendukung,” jelas Wali Kota Semarang.

Menghadapi tantangan awal tahun, Wali Kota Semarang mengakui bahwa banjir sering terjadi secara tidak terduga, sementara anggaran masih tahap persiapan.

Namun, ia memastikan stok belanja pelayanan sosial sudah disiapkan sejak akhir tahun.

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi dan Sentra Terpadu Temanggung Kemensos untuk penanganan darurat,” kata Wali Kota.

Di akhir pernyataannya, Wali Kota Semarang mengimbau masyarakat agar tetap sabar, jujur, mau bekerja sama dengan pemerintah dan relawan sosial.

“Bantuan pemerintah sifatnya sementara dan ada batasnya. Kami berharap masyarakat bisa berdaya, mandiri, keluar dari kemiskinan,” pungkas Wali Kota Semarang.

 

Penulis: Kabarjateng.id
Editor: Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG