SEMARANG | Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang memperketat perlindungan warga di sekitar TPA Jatibarang setelah hasil pengukuran menemukan kadar sulfur dioksida (SO₂) melebihi baku mutu di sejumlah lokasi.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius dalam rapat terbatas penanganan TPA Jatibarang yang dipimpin Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Jumat (2/10).
Pengukuran Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan adanya peningkatan kadar SO₂ di beberapa titik, termasuk kawasan SMAN 7 Semarang, SPPG, dan Zona 3 TPA Jatibarang.
Agustina meminta seluruh langkah penanganan mengacu pada data lapangan. Pergerakan asap juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi dan waktu penyemprotan.
Pemkot Semarang menyiagakan armada pemadam serta kendaraan penyemprot air untuk melakukan penyemprotan secara berkala.
“Pergerakannya harus berbasis pada ukuran tingkat polusi dari Dinkes dan peta arah mata angin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” tegas Agustina.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada sumber asap. Perlindungan terhadap masyarakat yang berpotensi terkena paparan juga harus menjadi prioritas.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya di kawasan yang terdampak asap, diminta menggunakan masker dan pelindung mata.
Masyarakat juga diingatkan tidak menyalakan api secara sembarangan. Imbauan tersebut berkaitan dengan potensi keberadaan gas metana di lingkungan sekitar TPA Jatibarang.
Agustina meminta camat dan lurah bergerak langsung menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan alat pelindung diri.
“Bapak dan Ibu Camat, mohon bantu sosialisasi untuk pemakaian masker dan pelindung diri di ruang terbuka, terutama bagi warga di wilayah terdampak paparan asap,” ujarnya.
Di sisi lain, layanan kesehatan untuk masyarakat tetap diperkuat. Puskesmas di wilayah terdampak dan Posko Kesehatan TPA Jatibarang disiagakan selama 24 jam.
Petugas kesehatan akan memberikan pelayanan kepada warga maupun petugas yang mengalami keluhan kesehatan, termasuk gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Pemkot Semarang meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Warga juga diminta mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah agar dapat mengambil langkah perlindungan sesuai situasi di lapangan. (day)






