Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 12 Feb 2026 06:20 WIB

Remaja Hanyut Terseret Arus Sungai Meluap di Karangmalang, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban


					Remaja Hanyut Terseret Arus Sungai Meluap di Karangmalang, Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Selasa (10/2/2026) sore menyebabkan Sungai di kawasan Desa Krajan, Kelurahan Karangmalang, meluap hingga menutup akses jalan di sekitar jembatan penghubung menuju Desa Gerung, Gedungan, dan Gares.

Dalam peristiwa tersebut, dua remaja pengendara sepeda motor terseret arus deras, dan satu korban hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Jembatan Desa Krajan RT 02 RW 02.

Luapan air sungai diperparah adanya pohon tumbang serta tumpukan sampah yang menyumbat aliran di badan jembatan, sehingga arus meluber ke jalan.

Di saat bersamaan, dua remaja yang berboncengan dengan sepeda motor diduga tetap melintas meski kondisi arus cukup deras.

Akibatnya, sepeda motor bersama kedua pengendaranya terseret arus. Salah satu korban, Alfa Ayuda Inara (14), warga Mlaten, Pagerwojo, Limbangan, Kabupaten Kendal, berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan di Masjid Pondok Pesantren Raudlatul Syifa, Karangmalang.

Dalam kondisi lemas, ia melaporkan bahwa rekannya, Nadia Eka Kurniawati, warga Cangkiran, Kota Semarang, hanyut terbawa arus sungai.

Setelah melapor, korban selamat sempat pingsan dan kemudian dilarikan warga ke Puskesmas Karangmalang untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, korban lainnya beserta sepeda motor yang digunakan hingga kini masih belum ditemukan.
Laporan kejadian diterima SPKT Polsek Mijen, dan sekitar pukul 19.00 WIB petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan langkah awal pencarian.

Selanjutnya pada pukul 20.30 WIB, tim Basarnas dan BPBD Kota Semarang tiba dan bergabung bersama personel Polsek Mijen, Koramil, relawan, serta warga sekitar untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Proses pencarian difokuskan di beberapa titik rawan, di antaranya kawasan Jembatan Polaman dan Jembatan Cepoko.

Namun, kondisi gelap serta arus yang masih deras memaksa tim menghentikan sementara pencarian pada pukul 21.40 WIB demi keselamatan petugas.

Operasi dilanjutkan kembali pada Rabu (11/2/2026) pagi dengan mendirikan posko pencarian di Masjid Ponpes Raudlatul Syifa.

Kapolsek Mijen Kompol Sutowo, S.H., menyampaikan bahwa seluruh unsur terkait terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana.

Menurutnya, warga diminta tidak memaksakan diri melintas di jalan maupun jembatan yang tergenang air atau saat arus sungai meluap.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai, karena dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.

Hingga kini, proses pencarian korban masih berlangsung dengan melibatkan TNI-Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, dan masyarakat setempat yang terus bersinergi dalam upaya kemanusiaan tersebut. (di)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Demak Musnahkan 3.832 Botol Miras, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

12 Maret 2026 - 14:51 WIB

Polres Kendal Salurkan 2,62 Ton Zakat Fitrah kepada Warga dan Yayasan Sosial

12 Maret 2026 - 14:33 WIB

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Trending di Hukum & Kriminal