SEMARANG, Kabarjateng.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) melaporkan berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan selama lebih dari sepekan dalam penanggulangan banjir di wilayah Genuk dan Gayamsari.
Sebanyak lima jenis layanan diberikan bagi warga terdampak, meliputi asesmen kondisi lapangan, evakuasi, distribusi logistik, pengelolaan pengungsian, serta penyediaan dapur umum.
Berdasarkan laporan akhir Pusdatin PMI Kota Semarang, tim relawan melakukan berbagai evakuasi di sejumlah kelurahan, termasuk Muktiharjo Lor, Gebangsari, Trimulyo, dan Genuksari. Evakuasi mencakup warga lanjut usia, balita, ibu hamil, hingga mahasiswa yang terisolasi akibat banjir.
Di Kecamatan Gayamsari, relawan PMI mengevakuasi warga dalam kondisi kritis di Kelurahan Sawah Besar serta membantu ibu hamil dan anak yang mengalami cedera di Kelurahan Muktiharjo Kidul.
Selain itu, PMI menyalurkan berbagai logistik ke beberapa titik, antara lain beras, mie instan, telur, gula, teh, minyak goreng, serta sayur-mayur segar untuk kebutuhan dapur umum.
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah lokasi, seperti Kecamatan Gayamsari, Pedurungan, dan Genuk.
Bersama Universitas Semarang (USM) dan RSI Sultan Agung, PMI juga mendirikan tenda dapur umum serta mendukung dapur-dapur mandiri yang dikelola masyarakat setempat.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Semarang, M. Abdul Rafi, menjelaskan bahwa sebanyak 79 relawan terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Setiap hari ada sekitar 15 hingga 22 relawan yang bertugas secara bergantian. Kegiatan dimulai pukul 08.00 dengan briefing dan pembagian tugas, lalu dilakukan monitoring hingga pukul 17.00,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Selain logistik makanan, PMI juga menyalurkan bantuan berupa air minum kemasan, baby kit, matras dari Kemensos, serta pakaian layak pakai di beberapa kelurahan seperti Muktiharjo Kidul, Tlogosari Kulon, dan Trimulyo.
Pelibatan warga terdampak difokuskan pada pengelolaan dapur umum, sementara koordinasi dan informasi lapangan terus diperkuat melalui komunikasi dengan camat, lurah, RW, dan RT setempat.
Rafi menambahkan, meskipun layanan lapangan aktif hingga sore hari, PMI tetap membuka layanan darurat 24 jam melalui posko siaga.
Hingga kini, masih terdapat satu dapur umum yang beroperasi di Kecamatan Gayamsari, dengan dukungan 10–15 relawan setiap harinya. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.