SEMARANG, Kabarjateng.id – Keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan pemilu berbasis digital menjadi fokus utama dalam Diskusi Publik yang menghadirkan Anggota DPRD Kota Semarang bersama Bawaslu Kota Semarang.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 3 Februari 2026 di Balai Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, dengan mengangkat tema penguatan peran pemuda di tengah dinamika ruang digital.
Dalam forum tersebut, Anggota DPRD Kota Semarang Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan, Michael, menyoroti besarnya potensi anak muda sebagai penggerak perubahan sosial, terutama melalui pemanfaatan media sosial secara positif.
Ia menilai generasi muda bukan hanya sekadar pengguna teknologi, tetapi juga memiliki pengaruh kuat dalam membangun opini publik yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurut Michael, keterlibatan aktif pemuda sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang digital yang konstruktif serta mendukung terciptanya proses demokrasi yang berkualitas.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa generasi muda memiliki peluang besar menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Di sisi lain, Anggota Bawaslu Kota Semarang sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Maria Goreti Jutari Risma Hanjayani, menegaskan bahwa peran pemuda merupakan salah satu pilar penting dalam demokrasi modern.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan generasi muda dalam mengakses dan memahami teknologi digital menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan pengawasan pemilu di era media sosial.
Maria menambahkan, anak muda berpotensi menjadi pelopor dalam mengawasi jalannya pemilu di ruang siber, termasuk mengidentifikasi potensi pelanggaran serta mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.
Kesadaran untuk bersikap bijak dalam bermedia sosial, lanjutnya, menjadi langkah awal menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam membagikan informasi, terutama menjelang momentum politik.
Menurutnya, generasi muda dapat berperan aktif menekan penyebaran hoaks dengan menerapkan budaya verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada publik.
Melalui kegiatan diskusi ini, diharapkan para peserta semakin memahami peran strategis mereka dalam mengawal demokrasi di era digital.
Partisipasi aktif generasi muda dinilai menjadi kunci dalam mencegah pelanggaran pemilu, menjaga kualitas informasi di ruang publik, serta mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Editor: Mualim







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.