SEMARANG, Kabarjateng.id – Dua patung tokoh pewayangan kini berdiri megah di kawasan Jalan Pahlawan, Kota Semarang. Patung setinggi kurang lebih 4,7 meter ini menampilkan sosok Bima dan Srikandi, dua figur legendaris dari kisah Mahabharata yang sarat dengan pesan moral dan filosofi kehidupan.
Kedua patung tersebut dijadwalkan akan diresmikan oleh Wali Kota Semarang dalam rangkaian Festival Wayang yang akan berlangsung di Lapangan Simpang Lima pada Jumat (7/11) hingga Sabtu (8/11) mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa pembangunan patung Bima dan Srikandi ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jateng dan PT Sido Muncul.
“Ada dua patung yang sudah terpasang, semuanya hasil CSR pihak swasta. Nantinya akan diresmikan langsung oleh Ibu Wali saat pembukaan Festival Wayang,” ujar Suwarto, Kamis (6/11).
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang berencana menambah hingga delapan patung di sepanjang Jalan Pahlawan sebagai upaya memperindah wajah kota sekaligus memperkaya identitas budaya Semarang.
Namun, untuk tahap berikutnya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota terkait mitra CSR tambahan.
“Pembangunan seluruh patung ini murni dari CSR, tanpa menggunakan dana APBD,” tegasnya.
Patung Bima dan Srikandi tidak hanya mempercantik kawasan perkotaan, tetapi juga memiliki makna mendalam.
Patung Bima melambangkan keberanian, kejujuran, serta keteguhan dalam menghadapi tantangan hidup.
Sosok Bima dikenal dalam kisah Mahabharata sebagai tokoh yang berjuang mencari “tirta amerta” atau air kehidupan, simbol perjalanan spiritual dan pencarian jati diri.
Sementara itu, Srikandi menggambarkan sosok perempuan tangguh, berani, dan cerdas, yang terampil dalam seni memanah.
Ia menjadi lambang emansipasi dan kesetaraan gender, bahwa perempuan memiliki peran penting serta kemampuan untuk memimpin dan mengambil keputusan.
“Melalui patung Srikandi, kami ingin menegaskan nilai-nilai kesetaraan dan penghargaan terhadap perempuan,” jelas Suwarto.
Ke depan, kedua patung ini juga akan dilengkapi fitur interaktif berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pengunjung dapat berinteraksi dengan patung melalui perangkat digital untuk mendapatkan gambar menyerupai karakter Bima atau Srikandi, menjadikannya daya tarik wisata baru di pusat kota.
“Selain memperindah kota, patung ini diharapkan menjadi ikon baru yang memadukan nilai budaya dan kemajuan teknologi. Semarang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga bergerak menuju kota modern yang inovatif,” pungkas Suwarto. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.