SEMARANG, Kabarjateng.id – Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah mengintensifkan pengawasan layanan transportasi selama masa mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H.
Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal sekaligus mencegah potensi maladministrasi di lapangan.
Pantau Lalu Lintas di Tol Kalikangkung
Kepala Ombudsman Jateng menjelaskan bahwa arus kendaraan pada Lebaran 2025 mencapai 68.671 unit keluar menuju Semarang dan 76.563 unit masuk menuju Jakarta.
Data tersebut menjadi acuan untuk memetakan potensi kepadatan pada musim mudik berikutnya.
Pada Lebaran 2026, arus kendaraan menunjukkan peningkatan.
Arus keluar menuju Semarang mencapai 71.127 unit, sementara arus masuk ke arah Jakarta mencapai 76.569 unit.
Meski meningkat, rasio volume terhadap kapasitas jalan masih berada dalam batas aman, sehingga arus lalu lintas tetap terkendali.
Penumpang Tanjung Mas Menurun
Ombudsman juga mencatat penurunan jumlah penumpang angkutan laut di Pelabuhan Tanjung Mas.
Pada mudik 2026, jumlah penumpang turun sebesar 36,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini terjadi karena masyarakat kini lebih banyak memilih transportasi darat.
Selain lebih fleksibel, moda darat juga menawarkan waktu tempuh yang lebih cepat dan akses yang lebih mudah.
Layanan Mudik Berjalan Lancar
Tim Ombudsman melakukan pemantauan langsung di Posko Mudik Kalikangkung.
Hasilnya menunjukkan layanan berjalan lancar dengan dukungan petugas pengamanan yang cukup serta tenaga medis yang siaga.
Ketersediaan obat-obatan dan fasilitas pendukung lainnya juga membantu menjaga kenyamanan pemudik selama perjalanan.
Kondisi ini menunjukkan kesiapan penyelenggara dalam menghadapi lonjakan arus mudik.
Pengawasan Terus Diperkuat
Ombudsman Jateng terus melakukan pemantauan hingga masa arus balik. Pengawasan ini bertujuan menjaga kualitas layanan transportasi agar tetap aman, nyaman, dan memberikan kepastian bagi masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran. (dkp)






