Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Ning Nawal Dorong IPEMI Jateng Perkuat Pembinaan UMKM Perempuan

badge-check


					Ning Nawal Dorong IPEMI Jateng Perkuat Pembinaan UMKM Perempuan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Yasin mendorong Ikatan Pengusaha Perempuan Muslimah Indonesia (IPEMI) untuk lebih aktif membina pelaku UMKM perempuan.

Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi

Nawal menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Ia optimistis, kontribusi pelaku usaha perempuan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang terus menunjukkan tren positif.

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah naik dari 4,95 persen pada 2024 menjadi 5,37 persen pada 2025.

Menurutnya, capaian tersebut perlu terus dijaga melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk IPEMI.

“Ke depan, saya berharap IPEMI mampu memberi dampak nyata dan terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” ujar Nawal, Rabu (1/4/2026).

Penguatan Pembinaan dan Pengembangan Usaha

Dalam kesempatan itu, Nawal juga memberi arahan kepada pengurus daerah IPEMI dari sejumlah kabupaten/kota.

Seperti Pati, Batang, Purworejo, Demak, Pekalongan, dan Kota Pekalongan yang baru saja menerima pengukuhan.

Ia meminta para anggota IPEMI untuk terus mengembangkan usaha yang telah berjalan.

Selain itu, pelaku usaha yang sudah mapan perlu membina UMKM pemula agar mampu tumbuh dan naik kelas.

“Usaha yang sudah berkembang harus ikut membimbing yang masih merintis, sehingga produk UMKM semakin beragam dan tidak hanya didominasi sektor makanan,” jelasnya.

Adaptasi Digital Jadi Kunci

Nawal juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital.

Ia mendorong pelaku UMKM perempuan untuk menguasai strategi pemasaran digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Setiap pelaku usaha harus mengikuti tren digital marketing agar produknya bisa dikenal lebih luas,” tegasnya.

Tantangan Kemiskinan Masih Perlu Perhatian

Selain fokus pada pengembangan usaha, Nawal mengingatkan masih adanya tantangan sosial yang perlu mendapat perhatian, seperti kemiskinan.

Ia mencatat, angka kemiskinan di Jawa Tengah turun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025, namun upaya penanganan harus terus diperkuat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan berbagai program prioritas untuk menekan angka kemiskinan, termasuk melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Komitmen Kolaborasi dan Perluasan Organisasi

Sebagai bentuk komitmen, Nawal memastikan akan melibatkan IPEMI dalam berbagai program pelatihan dan pemberdayaan bersama TP PKK, Dekranasda, dan BKOW Jawa Tengah.

“Kami siap bersinergi untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPEMI Jawa Tengah, Lies Iswar Aminuddin, menyampaikan bahwa hingga saat ini organisasi telah terbentuk di 22 kabupaten/kota dari total 35 daerah di Jawa Tengah.

Sisanya masih menjalani proses pembentukan kepengurusan.

Ia menargetkan seluruh daerah dapat segera membentuk kepengurusan IPEMI pada tahun ini, sehingga sinergi organisasi dalam mendukung perekonomian daerah semakin optimal.

“Mari kita perkuat kebersamaan dan saling mendukung agar IPEMI Jawa Tengah terus berkembang dan memberi manfaat luas,” pungkasnya. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Lantik Pengurus PTMSI Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Kebangkitan Prestasi Tenis Meja

1 Agustus 2026 - 18:57 WIB

AKBP Wahyu Sulistyo Resmi Pimpin Polres Kudus, Komitmen Perkuat Pelayanan dan Kamtibmas

1 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Rutan Salatiga Fasilitasi Warga Binaan Tunjukkan Bakat Lewat Lomba Karaoke

1 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Rutan Salatiga Gelar Kerja Bakti, Ciptakan Lingkungan Bersih demi Tingkatkan Pelayanan

1 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Dinkes Kota Semarang Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6

1 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Ditresnarkoba Polda Jateng Amankan Dua Pengedar Sabu di Colomadu, 23 Paket Siap Edar Disita

1 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Trending di Hukum & Kriminal