SEMARANG, Kabarjateng.id – Program Go Green yang diinisiasi Pemerintah Kota Semarang kembali menjadi sorotan publik. Salah satu upaya nyata terlihat melalui uji coba Bus Listrik Trans Semarang yang digelar oleh Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang bersama Komisi C DPRD Kota Semarang di Terminal Tipe A Mangkang, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam mengembangkan sistem transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan, sejalan dengan konsep Smart City yang tengah digalakkan.
Sejak Trans Semarang resmi beroperasi pada 2013, inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan.
Kehadiran bus listrik dinilai menjadi langkah maju menuju transportasi kota yang lebih hijau.
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, H.M. Rukiyanto, AB, S.H., M.A., menilai penerapan bus listrik merupakan inovasi yang sangat dinantikan warga.
Menurutnya, masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya moda transportasi yang ramah lingkungan untuk menunjang mobilitas harian.
“Program bus listrik ini sangat ditunggu masyarakat. Tapi pelaksanaannya harus melalui kajian yang matang, terutama dari sisi sarana dan prasarana,” ujarnya.
Rukiyanto menjelaskan, kajian tersebut meliputi kesiapan operator di Koridor 1 dan Koridor 5, kondisi jalur yang akan dilalui, hingga penentuan titik pengisian daya.
Semua faktor teknis harus dipastikan siap agar tidak mengganggu layanan Trans Semarang yang sudah berjalan.
Ia menambahkan, penerapan awal akan difokuskan pada dua koridor tersebut sebelum diperluas ke wilayah lain.
Komisi C DPRD juga berkomitmen melakukan pengawasan berkelanjutan serta meminta laporan hasil kajian dari pihak BLU Trans Semarang.
Sementara itu, Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menyebutkan bahwa uji coba kali ini masih dalam tahap awal dan belum menyentuh aspek teknis mendalam.
“Tahap ini baru sebatas uji coba awal. Kajian teknisnya masih kami siapkan dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, dukungan dan antusiasme DPRD menjadi dorongan positif bagi BLU untuk terus menyiapkan infrastruktur dan mekanisme operasional bus listrik secara optimal.
“Kami akan melaporkan hasil uji coba ini secara tertulis. Harapannya, bus listrik bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat besar bagi warga Semarang,” tambah Haris.
Selama ini, Trans Semarang telah menjadi tulang punggung transportasi publik di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
Dengan hadirnya armada listrik, Pemkot berharap dapat meningkatkan efisiensi energi, menekan emisi karbon, serta memperbaiki kualitas udara di wilayah perkotaan.
Program ini juga mendukung kebijakan nasional pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan target net zero emission Indonesia pada 2060.
Rukiyanto menegaskan, implementasi bus listrik di Semarang bukan hanya sekadar penyediaan sarana transportasi baru, tetapi juga simbol perubahan menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Semarang harus menjadi contoh kota ramah lingkungan. Bus listrik ini diharapkan jadi langkah nyata menuju kehidupan kota yang lebih hijau,” tutupnya.
Melalui kolaborasi antara DPRD, Pemkot Semarang, dan masyarakat, penerapan bus listrik Trans Semarang diharapkan menjadi tonggak penting dalam pembangunan transportasi publik berkelanjutan di Kota Atlas. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.