Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 8 Nov 2025 15:57 WIB

Festival Wayang Semesta Jadi Agenda Tahunan, Wali Kota Semarang Siapkan Akademi Wayang untuk Regenerasi Seniman Muda


					Festival Wayang Semesta Jadi Agenda Tahunan, Wali Kota Semarang Siapkan Akademi Wayang untuk Regenerasi Seniman Muda Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Suasana Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang tampak semarak pada perayaan Festival Wayang Semesta yang digelar dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia.

Beragam penampilan wayang dari klasik hingga kontemporer disajikan untuk menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional warisan leluhur.

Pada hari pertama, Jumat (7/11), panggung terbuka dipenuhi tawa dan sorak penonton saat seniman muda menampilkan pertunjukan wayang kontemporer.

Kejutan hadir ketika Tri Retno Prayudati atau Nunung Srimulat turut bermain dalam pementasan wayang orang. Aksi kocaknya sukses mengundang gelak tawa ribuan warga yang memadati area Simpang Lima.

Sementara pada hari kedua, Sabtu (8/11), penonton akan disuguhi pertunjukan wayang klasik dari kelompok legendaris Ngesti Pandowo serta rombongan kesenian dari Keraton.

Dua hari pelaksanaan festival ini menjadi ajang kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan seniman senior dengan bakat muda berbakat dari berbagai daerah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan rencananya untuk menjadikan Festival Wayang Semesta sebagai agenda tahunan Pemerintah Kota Semarang.

“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi tradisi yang terus hidup setiap tahun. Melalui festival ini, kami juga menyiapkan wadah bagi generasi muda agar bisa menjadi penerus seni wayang orang,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Semarang tengah mempersiapkan pendirian Akademi Wayang, sebuah tempat belajar seni perwayangan yang akan dirancang layaknya pesantren seni.

Di akademi ini, anak-anak akan belajar mengenal karakter tokoh, mendalami dialog, hingga tampil secara rutin di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

“Anak-anak nanti bisa memilih peran yang ingin mereka dalami, seperti Srikandi, Pandawa, atau tokoh lainnya. Kami targetkan ada sekitar 50 peserta pada tahap pertama, dan seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh APBD Kota Semarang,” jelas Agustina.

Ia menambahkan, para peserta diharapkan sudah siap mementaskan satu lakon penuh bersama Ngesti Pandowo pada perayaan Hari Wayang Sedunia tahun depan.

Langkah Pemkot Semarang dalam melestarikan wayang juga diwujudkan melalui rencana restorasi gedung Ngesti Pandowo, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional.

Renovasi fisik akan dimulai tahun 2025, dilanjutkan dengan pembenahan interior dan perlengkapan pertunjukan.

“Pakaian dan kostum lama akan tetap dirawat sebagai bagian dari sejarah. Namun, kami juga akan menyediakan busana baru agar tampilannya lebih menarik bagi penonton masa kini,” ujar Agustina.

Bagi Pemkot Semarang, menjaga seni wayang bukan sekadar melestarikan benda dan bangunan, melainkan memastikan nilai dan filosofi di dalamnya terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Manusia mungkin tak abadi, tetapi ilmu dan tradisi bisa terus hidup bila kita wariskan kepada anak-anak,” tambahnya.

Sebagai simbol semangat pelestarian budaya, Pemkot Semarang juga meresmikan dua patung tokoh pewayangan, Bima dan Srikandi, yang kini menghiasi kawasan Jalan Pahlawan.

Patung tersebut merupakan hasil program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Sidomuncul dan Bank Jateng.

“Ke depan kami berharap patung-patung Pandawa Lima bisa hadir lengkap di sudut-sudut kota. Jika masih ada perusahaan yang ingin berpartisipasi, tokoh Semar juga sangat layak untuk diabadikan,” tutur Agustina.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kota Semarang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup di hati masyarakat modern. (day)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Demak Musnahkan 3.832 Botol Miras, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

12 Maret 2026 - 14:51 WIB

Polres Kendal Salurkan 2,62 Ton Zakat Fitrah kepada Warga dan Yayasan Sosial

12 Maret 2026 - 14:33 WIB

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Trending di Hukum & Kriminal