SEMARANG | kabarjateng.id – Komisi D DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan pembangunan ruang kelas maupun sekolah baru di kawasan permukiman yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi kebutuhan layanan pendidikan seiring bergesernya persebaran penduduk di Kota Semarang.
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Michael, mengatakan fenomena menurunnya jumlah pendaftar di sejumlah SD Negeri pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tidak bisa dilepaskan dari perubahan pola permukiman masyarakat. Menurutnya, banyak pasangan muda kini memilih tinggal di kawasan pinggiran yang berkembang menjadi permukiman baru sehingga distribusi siswa tidak lagi merata.
“Harus ada langkah nyata. Wilayah yang kekurangan murid perlu dievaluasi, sementara daerah yang kelebihan murid harus mendapat perhatian, termasuk kemungkinan penambahan sekolah,” kata Michael, Selasa (21/7).
Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah tengah kota, banyak keluarga juga memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta yang dinilai memiliki kualitas lebih baik. Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat di kawasan tersebut dinilai lebih mapan sehingga memiliki keleluasaan dalam menentukan pilihan sekolah.
Michael meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang melakukan kajian ulang terhadap rasio jumlah penduduk dengan ketersediaan sekolah di setiap wilayah. Menurutnya, pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui daerah yang mengalami kekurangan maupun kelebihan siswa sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan.
Komisi D DPRD, lanjutnya, mendorong Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran pembangunan ruang kelas maupun sekolah baru melalui APBD, baik pada tahun berjalan maupun Tahun Anggaran 2027. Prioritas diberikan bagi kawasan perbatasan dan wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.
“Kami dari Komisi D mendorong Dinas Pendidikan untuk mengkaji kebutuhan sekolah di wilayah-wilayah yang berkembang. Kalau memang dibutuhkan, harus dibangun, karena pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.(day)






