Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 11 Des 2025 18:50 WIB

DPRD Kota Semarang Dorong Strategi Efektif Kurangi Emisi dan Jaga Kualitas Udara Kota


					DPRD Kota Semarang Dorong Strategi Efektif Kurangi Emisi dan Jaga Kualitas Udara Kota Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, kembali menyoroti pentingnya langkah konkret untuk menekan emisi karbon dan menjaga kualitas udara di ibu kota Jawa Tengah.

Ia menilai bahwa meski kondisi udara masih dalam kategori aman, pemerintah perlu bergerak cepat agar tidak terjadi penurunan kualitas lingkungan di masa depan.

Menurut Kadar Lusman, yang akrab disapa Pilus, pengendalian polusi udara harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa situasi saat ini memang belum masuk fase darurat polusi, namun indikator kehati-hatian tetap perlu dijalankan oleh pemerintah kota.

“Kondisi udara di Semarang masih cukup aman, tetapi bukan berarti kita bisa mengabaikan potensi penurunan kualitasnya,” ujarnya, Rabu (10/12).

Pilus juga menyoroti kondisi armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang sebagian besar telah beroperasi lebih dari lima tahun.

Usia kendaraan yang semakin tua dikhawatirkan meningkatkan emisi buangan, sehingga berpotensi memperburuk kualitas udara kota.

“Hampir semua armada sudah melampaui usia lima tahun. Ini perlu dievaluasi karena performa mesin yang menurun dapat memperbesar emisi,” jelasnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengurangan emisi tidak harus bergantung pada pembelian armada baru yang membutuhkan anggaran besar.

Menurutnya, terdapat langkah-langkah lain yang bisa ditempuh dengan biaya lebih efisien dan implementasi lebih cepat.

Salah satu gagasan yang ia ajukan adalah pengaturan mobilitas pekerja dari daerah penyangga seperti Demak, Kendal, dan Kabupaten Semarang.

Pemerintah Kota Semarang diharapkan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten sekitar untuk menyediakan kantong parkir atau selter di kawasan perbatasan.

Dari lokasi tersebut, pekerja dapat meninggalkan sepeda motornya dan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi khusus menuju kawasan industri.

“Cara ini bukan hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Ia juga mendorong warga untuk lebih aktif beralih ke transportasi umum. Namun, transisi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, seperti armada yang lebih nyaman dan penambahan area park and ride di titik-titik shelter.

Selain itu, Pilus menegaskan bahwa upaya pengurangan polusi harus dimulai dari aparatur pemerintah.

Ia mengusulkan agar pembatasan penggunaan kendaraan pribadi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali diterapkan pada hari tertentu.

“Bayangkan jika 14.000 ASN tidak menggunakan kendaraan pribadi dalam satu hari. Dampaknya terhadap pengurangan polusi pasti signifikan,” pungkasnya. (day)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pekerja Informal Terima Bantuan Beras Jelang Lebaran dari Pemprov Jateng

14 Maret 2026 - 13:36 WIB

Arus Kendaraan Mulai Meningkat di Tol Ungaran pada Hari Kedua Ops Ketupat Candi 2026

14 Maret 2026 - 13:20 WIB

Operasi Ketupat Candi 2026, Polda Jateng Batasi Kendaraan Sumbu Tiga di Sejumlah Titik Kota Semarang

14 Maret 2026 - 12:58 WIB

Bus Pariwisata Arah Guci Dihimbau Tidak Melintasi Jalur Clirit, dan Dialihkan ke Jalur Pemalang

14 Maret 2026 - 12:32 WIB

Festival Tukar Takir SMAN 1 Paguyangan, Tradisi Ramadan yang Menguatkan Budaya dan Kebersamaan

14 Maret 2026 - 12:24 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Salurkan 1.000 Paket Sembako di Bulan Ramadan

14 Maret 2026 - 10:34 WIB

Trending di KABAR JATENG