SEMARANG,. Kabarjateng.id – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah resmi melantik sebanyak 76 Surveyor Berlisensi yang terdiri dari 23 Surveyor Kadastral (SK) dan 53 Asisten Surveyor Kadastral (ASK).
Acara pelantikan berlangsung di Aula Kanwil BPN Jawa Tengah pada Selasa (28/10/2025) dan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Survei dan Pemetaan, Yan Septedyas.
Dalam arahannya, Yan menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sumber daya manusia di bidang survei dan pemetaan pertanahan.
Menurutnya, keberadaan Surveyor Berlisensi memiliki peran vital dalam memastikan keakuratan data spasial serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penambahan jumlah Surveyor Berlisensi ini diharapkan dapat mempercepat proses survei dan pemetaan di lapangan secara profesional dan akuntabel. BPN berkomitmen untuk menghadirkan data pertanahan yang valid, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Yan dalam sambutannya.
Selain pelantikan, Bidang Survei dan Pemetaan Kanwil BPN Jawa Tengah juga terus menjalankan sejumlah program strategis seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyelesaian bidang tanah kategori K4 (KW 456), serta implementasi program Kota dan Kabupaten Lengkap.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem informasi pertanahan yang terintegrasi dan berkualitas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Kepala Seksi Survei dan Pemetaan dari Kantor Pertanahan Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, dan Demak.
Hadir pula perwakilan Koordinator Wilayah MASKI Jawa Tengah dan pimpinan KJSB yang menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah, lembaga profesi, dan pelaku survei berlisensi.
Dengan dilantiknya 76 Surveyor Berlisensi baru ini, BPN Jawa Tengah optimistis pelaksanaan survei dan pemetaan di wilayahnya akan semakin efisien, akurat, dan berintegritas.
Langkah tersebut menjadi bukti nyata komitmen BPN dalam memperkuat tata kelola pertanahan yang profesional, tertib, serta berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.