Menu ✖

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

23 Tahun Mengabdi di Balik Mikrofon, Kakek Sarman Bersiap Tinggalkan Radio Suara Serasi

badge-check


					23 Tahun Mengabdi di Balik Mikrofon, Kakek Sarman Bersiap Tinggalkan Radio Suara Serasi Perbesar

UNGARAN | Kabarjateng.id – Senyum lebar menghiasi wajah Sarman (57) saat menerima Surat Keputusan (SK) purna tugas. Gigi ompong yang terlihat saat tersenyum justru menjadi bagian dari cerita panjang pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara.

Sarman merupakan salah satu dari 49 pegawai dari berbagai instansi yang menerima SK purna tugas. Mereka telah menyelesaikan masa pengabdian dan memasuki periode purna tugas Maret-April 2027.

Penyerahan SK berlangsung di aula kantor setempat, Selasa (6/10/2026), oleh Kepala BPSDM Kabupaten Semarang Wenny Maya Kartika.

Meski SK telah diterima, Sarman baru resmi memasuki masa pensiun pada Maret 2027.

Penyerahan lebih awal dilakukan sebagai bagian dari proses administrasi kepegawaian.

Selama 23 tahun, Sarman menghabiskan sebagian besar masa kerjanya di dunia penyiaran.

Ia bertugas sebagai teknisi sekaligus penyiar di Radio Suara Serasi, Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) yang berada di bawah Diskominfo Kabupaten Semarang.

Perjalanan Sarman di dunia radio dimulai sekitar 2003. Saat itu, ia bergabung sebagai teknisi Radio Suara Serasi yang ketika itu masih berada di bawah pengelolaan Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Semarang.

Keahlian teknis radio didapatkannya secara otodidak. Sebelum bergabung dengan Radio Suara Serasi, Sarman juga sempat bekerja di Radio Mercy, Kota Semarang.

Pengalaman dan kemampuannya di bidang teknis radio kemudian teruji ketika ia ikut menangani perbaikan tower antena Radio Suara Serasi di kawasan Bukit Cemanggal, Bergas. Tower tersebut sebelumnya roboh akibat persoalan teknis.

Ketekunan Sarman akhirnya mengantarkannya menjadi PNS sekitar 2010. Saat itu, ia bersama sejumlah pegawai kontrak lainnya diangkat menjadi aparatur sipil negara.

Dari awalnya hanya menangani urusan teknis, Sarman perlahan memperluas kemampuannya.

Ia belajar menjadi operator musik hingga akhirnya dipercaya pula mengisi posisi sebagai penyiar.

Selama puluhan tahun bekerja, Sarman juga menyaksikan perubahan tempat dan perkembangan Radio Suara Serasi. Ia tercatat tiga kali berpindah studio.

Studio pertama berada di kompleks DPRD Kabupaten Semarang di Jalan Kartini, Ungaran.

Selanjutnya, aktivitas radio berpindah ke Gedung Korpri di Jalan Gatot Subroto, sebelum akhirnya menempati kompleks Kantor Bupati Semarang di Jalan Diponegoro, Ungaran.

Bagi Sarman, radio bukan sekadar tempat bekerja. Dunia penyiaran telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya selama lebih dari dua dekade.

Karena itu, masa pensiun rupanya belum membuatnya benar-benar ingin menjauh dari dunia radio.

“Saya mungkin akan tetap bekerja di radio setelah pensiun nanti,” ujar Sarman mantap. (ar)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

PKK Sigab Jateng Salurkan 10 Tangki Air Bersih untuk Warga Pati yang Dilanda Kekeringan

7 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Pataka Maneka Tunggal Dharma Berpindah, Roy Hardi Siahaan Lanjutkan Kepemimpinan Polda Jateng

7 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Agustina Pimpin Penyiraman Jalan, Redam Dampak Asap Kebakaran TPA Jatibarang

7 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Sespimti Polri Dalami Pengelolaan SPPG dan Sinergi Lintas Sektor di Jateng

7 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Peserta Didik Sespimti Polri Kunjungi Makodam IV/Diponegoro, Bahas Penguatan Sinergi TNI-Polri

6 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polres Demak Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Ada 180 Kuota Beasiswa Penuh

6 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Trending di Daerah