SALATIGA | Kabarjateng.id – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., melanjutkan agenda kunjungan kerja ke sejumlah kelurahan di Kota Salatiga.
Pada Rabu (8/7/2026), Kelurahan Gendongan menjadi titik ke-12 dalam rangkaian safari pemerintahan yang bertujuan mempererat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kunjungan ini dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Salatiga secara langsung kepada warga.
Salah satu program yang kembali ditekankan adalah gerakan “Stop Sampah dari Sumbernya”.
Wali Kota mengajak masyarakat membangun kebiasaan memilah dan mengurangi sampah sejak dari rumah tangga.
Menurutnya, pengelolaan sampah akan lebih efektif apabila seluruh warga ikut berperan aktif, bukan hanya mengandalkan pemerintah.
Di bidang ketahanan pangan, Robby juga mengajak warga memanfaatkan lahan pekarangan melalui program “Padi dalam Pot”.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan permukiman.
Pemerintah Kota Salatiga juga terus memperluas transformasi digital melalui program Salatiga METAL (Melek Digital).
Program ini bertujuan meningkatkan akses internet bagi masyarakat dengan pengembangan jaringan Wi-Fi hingga menjangkau lingkungan permukiman warga.
Pada sektor ekonomi, pemerintah berkomitmen memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Salatiga lewat program Rumah Dilan (Pendidikan dan Keterampilan) serta penyelenggaraan Gebyar UMKM yang rutin digelar setiap pekan sebagai wadah promosi produk lokal.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengajak Kelurahan Gendongan menjadi pelopor program Salatiga Sejuta Anggrek.
Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar karena telah memiliki pelaku usaha sekaligus pembudidaya anggrek yang dapat menjadi penggerak pengembangan tanaman hias tersebut di tengah masyarakat.
Ia berharap Gendongan mampu menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam mendukung terwujudnya Salatiga sebagai kota yang identik dengan budidaya anggrek.
Sebagai simbol dukungan terhadap program tersebut, kegiatan ditutup dengan pembagian bibit anggrek kepada seluruh tamu undangan.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen Kelurahan Gendongan untuk menyukseskan gerakan Salatiga Sejuta Anggrek sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam membudidayakan anggrek di lingkungan masing-masing. (ar)






