PURWOREJO, Kabarjateng.id – Suasana ruang layanan di Mapolres Purworejo tampak tenang. Namun, setiap dering telepon yang masuk langsung mengubah ritme kerja menjadi cepat dan penuh kesiapsiagaan.
Bagi operator Call Center 110, bunyi tersebut menjadi tanda bahwa ada warga yang membutuhkan bantuan segera.
Bripka Candra Nurmalita menjalankan tugas sebagai operator senior layanan 110 dengan penuh tanggung jawab.
Ia tidak sekadar mengangkat telepon, tetapi juga menjadi penghubung awal antara masyarakat yang panik dengan petugas kepolisian di lapangan.
Menjembatani Kepanikan dan Pertolongan
Setiap laporan yang masuk memiliki karakter berbeda. Warga melaporkan pencurian, kecelakaan, hingga berbagai kejadian darurat lainnya.
Dalam kondisi tersebut, Bripka Candra menjaga ketenangan agar mampu menggali informasi secara jelas dan akurat.
“Saat masyarakat dalam kondisi panik, kami harus tetap fokus. Kami dengarkan setiap informasi, lalu kami teruskan secepat mungkin kepada petugas di lapangan,” ujar Bripka Candra, Rabu (25/3).
Ancaman Panggilan Iseng
Tidak semua panggilan yang masuk bersifat darurat. Ia kerap menerima telepon iseng tanpa tujuan jelas.
Beberapa penelepon hanya tertawa, mematikan sambungan, atau anak-anak yang bermain ponsel tanpa memahami dampaknya.
Menurutnya, tindakan tersebut dapat menghambat pelayanan. Pada saat yang sama, bisa saja ada warga lain yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat dari kepolisian.
Profesionalisme Tanpa Kompromi
Meski menghadapi berbagai jenis panggilan, Bripka Candra tetap menjunjung tinggi profesionalisme.
Ia memperlakukan setiap panggilan sebagai laporan penting.
Ia menjaga prinsip tersebut untuk mencegah kesalahan dalam pelayanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
Bagi dirinya, tugas sebagai operator 110 bukan sekadar pekerjaan rutin.
Ia menjalankan peran itu sebagai bentuk pengabdian dengan menjadi suara pertama yang hadir saat warga menghadapi situasi darurat.
Peran Vital Operator 110
Polres Purworejo terus mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan 110 secara bijak.
Jalur ini menjadi akses cepat untuk memperoleh bantuan kepolisian, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran.
Kasatgas Humas OKC 2026 Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa operator 110 memegang peran penting dalam sistem pelayanan kepolisian.
“Operator 110 menjadi garda terdepan dalam menerima laporan masyarakat. Mereka memastikan setiap informasi tersampaikan dengan cepat, tepat, dan akurat kepada petugas di lapangan,” jelasnya.
Ajakan Gunakan Layanan Secara Bijak
Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut secara bertanggung jawab agar tidak menghambat penanganan kasus darurat.
Di balik sistem layanan yang sederhana, terdapat dedikasi tinggi dari para operator.
Setiap panggilan membawa harapan, dan para petugas selalu siap mendengar serta memastikan masyarakat tidak menghadapi masalah sendirian. (ajp)






