Menu

Mode Gelap
 

Kabar Purbalingga · 2 Feb 2026 10:27 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Turunkan Dokter Speling ke Lokasi Bencana, Pastikan Layanan Kesehatan dan Logistik Terpenuhi


					Gubernur Ahmad Luthfi Turunkan Dokter Speling ke Lokasi Bencana, Pastikan Layanan Kesehatan dan Logistik Terpenuhi Perbesar

PURBALINGGA, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menaruh perhatian serius terhadap kondisi kesehatan warga terdampak bencana di Kabupaten Purbalingga dan Pemalang.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan penerjunan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) guna memberikan layanan medis sekaligus pendampingan psikologis bagi masyarakat.

Tim Speling yang diturunkan melibatkan dokter spesialis serta tenaga psikolog dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Kehadiran mereka dinilai penting mengingat sejumlah warga masih harus bertahan di pengungsian akibat rumah rusak dan tidak layak huni.

Psikolog RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Dita Septi Aryani, menjelaskan bahwa layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan oleh dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, serta pendampingan psikologis, khususnya bagi anak-anak yang mengalami trauma pascabencana.

“Pendekatan yang dilakukan bersifat menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan fisik hingga penanganan luka psikologis akibat bencana,” ujar Dita saat kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara bergiliran.

Sementara itu, anak-anak mengikuti sesi trauma healing melalui berbagai aktivitas seperti bermain, bernyanyi, serta yel-yel bersama guna memulihkan rasa aman dan menumbuhkan kembali semangat mereka.

Gubernur Ahmad Luthfi bersama Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, turut meninjau langsung pelaksanaan layanan kesehatan tersebut pada Jumat (31/1/2026).

Dalam dialognya dengan warga, Ahmad Luthfi menegaskan sejumlah komitmen pemerintah daerah.

Ia menekankan bahwa proses pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti meski berada di situasi darurat.

Apabila kegiatan belajar mengajar belum dapat dilaksanakan di sekolah, guru akan didatangkan langsung ke lokasi pengungsian.

“Anak-anak harus tetap sekolah. Kalau belum memungkinkan ke sekolah, gurunya yang kita datangkan ke sini,” ujar Luthfi di hadapan warga.

Selain itu, ia meminta orang tua untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak-anak. Setiap keluhan sakit, sekecil apa pun, diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditangani lebih awal dan tidak menular ke anak-anak lainnya.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan obat-obatan serta kebutuhan bahan pokok tetap aman.

Tak hanya itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan komitmen percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana.

“Kami bersama bupati berkomitmen memenuhi kebutuhan logistik warga, termasuk mempercepat penyediaan hunian sementara dan hunian tetap,” pungkasnya. (ajp)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

TMMD Salatiga Rampung, Jalan dan Talud Gunung Sari Perkuat Akses Warga

12 Maret 2026 - 12:39 WIB

Wagub Jateng Luncurkan Gerakan Wakaf Sosial, Dorong Perbankan Perkuat Ekonomi Umat

12 Maret 2026 - 12:21 WIB

Jawa Tengah Jadi Provinsi Pertama Gelar Asistensi Penyusunan LKPJ 2025

12 Maret 2026 - 12:05 WIB

Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan

12 Maret 2026 - 11:49 WIB

Jembatan Sungai Tuntang Buka Akses Baru bagi Ribuan Warga di Kedungjati

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Pemprov Jateng Buka Program Balik Rantau Gratis 2026, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

12 Maret 2026 - 08:48 WIB

Trending di KABAR JATENG