PEMALANG, Kabarjateng.id – Bencana tanah longsor menimpa kawasan hutan Perhutani Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Material tanah meluncur dari lereng Gunung Slamet menutup area pertanian serta aktivitas warga.
Dua petani setempat, Aksinudin (40) dan Hamim (60), dari data laporan longsor hutan perhutani watukumpul turut menimbun keduanya.

Kantor SAR Semarang juga telah menerima laporan mengenai insiden, lalu mengerahkan Unit Siaga SAR Pemalang menuju lokasi.
Setibanya ke lokasi, tim dengan unsur gabungan dari relawan, aparat desa, serta TNI dan Polri melakukan pencarian area longsoran yang cukup luas.
Pada hari pertama operasi, tim belum menemukan korban karena ketebalan material tanah dan kondisi medan yang tidak stabil.
Memasuki hari kedua pencarian, sekitar pukul 08.30 WIB, telah menemukan korban pertama yakni, Aksinudin dalam kondisi meninggal dunia.
Kantor SARA kemudian mengevakuasi Jenazah menuju lokasi keluarganya.
Untuk proses pencarian korban kedua tim gabungan terus memperluas titik penyisiran.
Tim SAR gabungan harus kerja ekstra karena cuaca sekitar kerap tidak menentu, seperti hujan ringan, kabut tebal, serta suhu udara yang dingin.
Risiko longsor susulan juga menjadi perhatian utama sehingga setiap langkah pencarian penuh kewaspadaan.
Setelah upaya pencarian selama beberapa hari, tim menemukan korban kedua bernama Hamim, tepatnya pada Jumat siang sekitar pukul 12.50 WIB, dalam kondisi meninggal dunia.
Proses evakuasi pun lancar sebelum jenazah ke rumah duka.
Dengan penemuan kedua korban, operasi pencarian resmi selesai pada pukul 14.00 WIB pada hari yang sama.
Tim SAR menyampaikan apresiasi seluruh unsur gabungan dan masyarakat yang turut membantu hingga rangkaian pencarian selesai. (di)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.