Menu

Mode Gelap
 

Kabar Pekalongan · 2 Feb 2026 07:19 WIB

Tindak Lanjuti Keluhan Banjir Warga Tirto, Wagub Jateng Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat


					Tindak Lanjuti Keluhan Banjir Warga Tirto, Wagub Jateng Turun Langsung dan Kerahkan Alat Berat Perbesar

PEKALONGAN, Kabarjateng.id – Keluhan warga terkait banjir yang tak kunjung surut di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mendapat respons cepat dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Begitu menerima laporan, Wagub langsung meninjau lokasi sekaligus memastikan pengiriman alat berat untuk penanganan darurat.

Taj Yasin menyampaikan bahwa aduan tersebut ia terima saat sedang berada di wilayah Pekalongan untuk menghadiri agenda lain.

Melalui sambungan telepon, seorang warga kemudian mempertemukannya dengan empat kepala desa di Kecamatan Tirto, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo, dan Pacar.

Dari hasil komunikasi tersebut diketahui bahwa banjir telah menggenangi permukiman warga selama lebih dari dua pekan.

Kondisi itu mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk segera mengambil langkah konkret, terutama dalam penguatan tanggul dan normalisasi sungai.

“Permintaan warga sebenarnya sederhana, mereka membutuhkan alat berat untuk meninggikan tanggul sungai. Ini penting agar luapan air tidak terus berulang,” ujar Taj Yasin usai meninjau Sungai Sengkarang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, peninggian tanggul merupakan bagian dari upaya normalisasi sungai sekaligus penguatan struktur pengaman aliran air.

Ia juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai memahami bahwa aktivitas di bantaran sungai turut berkontribusi terhadap terjadinya banjir.

“Banyak bantaran sungai dimanfaatkan tanpa pengendalian, sehingga elevasinya turun. Saat hujan deras, air mudah meluap ke permukiman. Karena itu kami segera kerahkan alat berat,” tegasnya.

Salah seorang warga Desa Tegaldowo, Harmonis, mengungkapkan bahwa inisiatif menyampaikan aduan muncul setelah mengetahui Wagub Jateng berada di Pekalongan.

Ia sempat menghubungi Taj Yasin melalui telepon dan mendapat respons balik dalam waktu singkat.

“Awalnya telepon tidak terangkat, tapi tidak lama kemudian beliau menelepon balik,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tanggul sungai memang sudah lama membutuhkan peninggian.

Namun, hingga kini belum tertangani secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, mengatakan banjir telah berdampak serius terhadap aktivitas warga.

Akses keluar-masuk desa terputus dan hanya bisa dilalui dengan perahu, sementara ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 90 sentimeter.

“Kami berharap Sungai Sengkarang segera dinormalisasi karena luapan air sebagian besar berasal dari sana,” katanya.

Relawan setempat, Muhammad Nizar, menambahkan bahwa banjir disebabkan oleh kombinasi hujan lokal, kiriman air dari wilayah selatan, serta luapan Sungai Sengkarang.

Kondisi rob di kawasan pesisir juga memperparah keadaan karena menghambat aliran air menuju laut.

Meski pompa banjir telah dioperasikan, ia mengakui kapasitasnya belum mampu mengimbangi besarnya volume air.

Saat ini, relawan bersama warga telah mendirikan posko dan memprioritaskan evakuasi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, sementara pemuda tetap bertahan untuk menjaga rumah warga. (di)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Bagikan Al-Qur’an ke Rutan Jepara, MPC Pemuda Pancasila Perkuat Pembinaan Keagamaan

13 Maret 2026 - 15:43 WIB

Personel Brimob Perkuat Pelayanan Operasi Ketupat Candi 2026 di Wilayah Polres Tegal

13 Maret 2026 - 15:03 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Posko Angkutan Udara Lebaran 2026

13 Maret 2026 - 12:45 WIB

510 Personel Polres Semarang Siap Amankan Operasi Ketupat Candi 2026

13 Maret 2026 - 08:38 WIB

Amankan Mudik Lebaran, Polres Demak Turunkan 350 Personel

13 Maret 2026 - 07:44 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026

13 Maret 2026 - 07:30 WIB

Trending di KABAR JATENG