KENDAL, Kabarjateng.id – Suasana akhir pekan di Stadion Baru Kebondalem, Kabupaten Kendal, tampak lebih semarak dari biasanya pada Minggu pagi (8/2/2026). Di tengah aktivitas warga yang berolahraga, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal hadir memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas melalui kegiatan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan pendekatan humanis dan kreatif.
Kegiatan edukasi yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Kendal Iptu Karyono, S.H., bersama jajaran Kanit Gakkum, Kanit Turjagwali, serta personel Satlantas lainnya.
Kehadiran petugas mendapat respons positif dari masyarakat yang tengah menikmati suasana olahraga pagi.
Berbeda dari metode sosialisasi formal yang cenderung kaku, Satlantas Polres Kendal mengusung konsep Art Policing.
Pendekatan ini memadukan edukasi keselamatan dengan interaksi santai dan nuansa seni budaya sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.
Petugas membagikan brosur berisi imbauan tertib berlalu lintas sekaligus berdialog langsung dengan warga.
Selain memberikan edukasi, personel juga menggelar aksi simpatik berupa pembagian minuman dan susu gratis kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus apresiasi kepada warga yang menjalani gaya hidup sehat melalui olahraga rutin.
Kasat Lantas Polres Kendal AKP Panji Yugo Putranto, S.Tr.K., S.I.K., M.P.A., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.
Menurutnya, pendekatan humanis dinilai efektif untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
Ia menambahkan bahwa melalui konsep Art Policing, pihaknya berharap masyarakat dapat menerima pesan keselamatan dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak terasa menggurui.
Selain menjaga kebugaran tubuh, warga juga diingatkan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kendal berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berkendara.
Budaya tertib berlalu lintas pun diharapkan dapat dimulai dari kesadaran pribadi yang kemudian menular ke lingkungan sekitar. (ra)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.