Menu

Mode Gelap
 

Kabar Kendal · 16 Jan 2026 20:24 WIB

Pemprov Jateng Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca, Jepara, Kudus, dan Pati Jadi Fokus Penanganan Hujan Ekstrem


					Pemprov Jateng Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca, Jepara, Kudus, dan Pati Jadi Fokus Penanganan Hujan Ekstrem Perbesar

KENDAL, Kabarjateng.id – Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah lanjutan untuk meminimalkan risiko bencana.

Salah satu upaya yang kembali diperkuat adalah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di daerah rawan banjir.
Tiga wilayah yang menjadi prioritas dalam program tersebut meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati.

Operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung selama enam hari, terhitung mulai 15 hingga 20 Januari 2026, sebagai bagian dari strategi pengendalian curah hujan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons atas kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan seperti banjir dan longsor.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi ancaman tersebut.

“Modifikasi cuaca kita lakukan sampai tanggal 20 Januari, terutama di wilayah yang dinilai paling rentan, yakni Jepara, Kudus, dan Pati,” kata Taj Yasin saat ditemui di sela kegiatan Istighotsah dan Pembinaan Organisasi pada peringatan Harlah Nahdlatul Ulama serta Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Kaliwungu, Kendal, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, rekayasa cuaca dilakukan untuk mengatur sebaran awan hujan agar tidak terjadi penumpukan curah hujan di satu wilayah.

Dengan pola tersebut, potensi banjir diharapkan dapat ditekan dan kondisi lingkungan lebih terkendali.

Ia menjelaskan, proses modifikasi cuaca memerlukan kesiapan teknis yang matang, termasuk penggunaan helikopter yang diterbangkan secara bertahap untuk melakukan penyemaian awan di titik-titik tertentu.

Seluruh tahapan tersebut dipantau secara intensif oleh tim terkait.

“Khusus di Kabupaten Pati, beberapa helikopter kita operasikan agar distribusi hujan lebih merata dan tidak menambah ketinggian genangan air,” ungkapnya.

Meski mengandalkan pendekatan teknologi, Taj Yasin menekankan bahwa upaya pemerintah juga dibarengi dengan pendekatan spiritual.

Ia menilai doa dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat akibat cuaca ekstrem.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal yang masih terdampak banjir, agar segera terhindar dari bencana lanjutan.

“Kita terus berikhtiar secara lahir dan batin. Semoga Jawa Tengah diberi perlindungan dan kondisi segera membaik,” pungkasnya. (ra)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Pekalongan Kota Gencarkan Patroli, Sikat Balap Liar dan Knalpot Brong di Exit Tol Setono

27 April 2026 - 05:41 WIB

320 Peserta Ramaikan Turnamen E-Sport MLBB Polres Semarang di Benteng Willem II

26 April 2026 - 23:01 WIB

Lapak Togel di Banyuputih Batang Tuai Sorotan, Aparat Diminta Segera Turun Tangan

26 April 2026 - 21:08 WIB

Putri Wagub Jateng Ukir Prestasi, Raih Juara Robotik Nasional 2026

26 April 2026 - 18:31 WIB

Wagub Jateng Dorong Kolaborasi dengan Rifa’iyah untuk Perkuat UMKM, Pendidikan, dan Dakwah

26 April 2026 - 17:26 WIB

PWI Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

26 April 2026 - 17:07 WIB

Trending di Daerah