Menu

Mode Gelap
 

Kabar Kendal

Padukan Semangat Kemerdekaan dan Religi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Anak-Anak Desa Lanji Berkompetisi

badge-check


					Padukan Semangat Kemerdekaan dan Religi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Anak-Anak Desa Lanji Berkompetisi Perbesar

KENDAL | Kabarjateng.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 22 UIN Walisongo Semarang Posko 198 memadukan semangat kemerdekaan dan religi lewat rangkaian lomba bagi anak-anak Desa Lanji, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Selasa 25 Agustus 2026.

Kegiatan ini digelar di RT 02/RW 02 Dusun Padatan dengan menggabungkan lomba keagamaan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan permainan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Selama ini, kemampuan keagamaan anak-anak seperti praktik salat, melafalkan adzan, atau menghafal surat pendek kerap hanya diketahui di lingkup keluarga atau majelis kecil, tanpa ada ruang khusus bagi mereka untuk unjuk kemampuan sekaligus mendapat penilaian dan masukan langsung dari tokoh agama setempat.

Melalui perlombaan ini, mahasiswa KKN Posko 198 berupaya menghadirkan ruang tersebut, sekaligus mengajak anak-anak merayakan semangat kebangsaan lewat permainan khas HUT RI.

Lomba keagamaan yang digelar meliputi adzan, praktik salat, dan hafalan surat pendek.

Sebanyak 13 anak mengikuti lomba adzan, 8 anak mengikuti praktik salat, dan 15 anak mengikuti hafalan surat pendek.

Perlombaan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni lomba adzan di rumah salah satu warga, praktik salat di Aula Pondok Pesantren Yambu’ul Qur’an, dan hafalan surat pendek di Musala Al-Makin.

Sebelum perlombaan dimulai, peserta melakukan registrasi ulang dan menerima snack.

Setelah itu, peserta menuju lokasi masing-masing sesuai cabang lomba yang diikuti.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Posko 198 menjadi juri bersama tokoh masyarakat setempat, termasuk ustazah dan qori.

Setiap cabang lomba memiliki kriteria penilaian yang berbeda.

Praktik salat dinilai berdasarkan gerakan, bacaan, dan rukun salat.

Pada lomba adzan, penilaian meliputi suara dan irama, sikap, serta kelancaran.

Sementara itu, hafalan surat pendek dinilai dari kelancaran, tajwid, dan sikap peserta.

Surat yang harus dihafalkan ditentukan melalui undian yang dipilih oleh peserta.

Setelah lomba keagamaan selesai, kegiatan dilanjutkan sekitar pukul 16.50 WIB dengan lomba untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Dua perlombaan yang digelar yakni makan kerupuk dan makan biskuit.

Lomba makan kerupuk diikuti 20 anak, sedangkan lomba makan biskuit diikuti 23 anak. Peserta lomba keagamaan juga diperbolehkan mengikuti kedua perlombaan tersebut.

Pada lomba makan kerupuk, peserta berlomba menghabiskan kerupuk yang digantung menggunakan tali rafia yang dikaitkan pada kaki.

Perlombaan berlangsung selama dua menit dan pemenang ditentukan berdasarkan peserta yang paling cepat menghabiskan kerupuk.

Sementara itu, lomba makan biskuit berlangsung selama tiga menit dengan peserta berlomba menghabiskan biskuit secepat mungkin.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa KKN dan anak-anak, tetapi juga orang tua serta tokoh masyarakat yang turut hadir.

Keterlibatan tokoh masyarakat dalam perlombaan keagamaan juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan, dengan juri dari mahasiswa KKN dan tokoh agama setempat.

Salah satu warga, Ibu Adiroh, mengaku senang melihat antusiasme anak-anak mengikuti perlombaan.

“Seneng lihat anak-anak semangat ikut lomba, apalagi ada pialanya, jadi mereka pada persiapan latihan dulu” ujar Ibu Adiroh.

Dari tiga cabang lomba keagamaan, para pemenang memperoleh piala dan sertifikat untuk juara 1 hingga juara 3.

Pada lomba hafalan surat pendek, Fadhela Zivana A. meraih juara pertama, disusul Bhanu Mirza Ardyani dan Nuranti Mirsani.

Salah satu juri lomba hafalan surat pendek, Maghfiroh, menyoroti penampilan Fadhela yang dinilai berani tampil meski usianya masih kecil.

“Meskipun usianya masih kecil, dia berani, suaranya lantang, dan bisa melantunkan surat pendek dengan fasih,” ujar Maghfiroh.

Lomba adzan dimenangkan Bhanu Mirza Ardyani, dengan Is Hidayatullah sebagai juara kedua dan Riski Nor Muhammad sebagai juara ketiga.

Bhanu tercatat sebagai satu-satunya peserta yang meraih dua gelar sekaligus, yakni juara 1 lomba adzan dan juara 2 lomba hafalan surat pendek.

“Seneng banget, aku ga nyangka bisa menang di dua lomba sekaligus,” ujar Bhanu.

Sementara itu, pada lomba praktik salat, Reva Shofia Azahira meraih juara pertama, Fatiya Humaira juara kedua, dan Kaila Mazayah Hanun juara ketiga.

Pengumuman pemenang dilakukan setelah perlombaan selesai, sedangkan pembagian hadiah dilaksanakan pada rangkaian acara salawatan warga pada malam harinya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah sederhana untuk mendekatkan anak-anak Desa Lanji pada nilai keagamaan dan semangat kebangsaan sejak dini, sekaligus membuka peluang agar perlombaan serupa dapat terus dilanjutkan warga secara mandiri sebagai agenda rutin desa, bahkan setelah masa KKN mahasiswa Posko 198 berakhir.

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Ahmad Luthfi Pastikan Mahasiswa NTT Terdampak Bencana Tetap Bisa Kuliah di Jateng

7 September 2026 - 18:08 WIB

Polres Demak Ajarkan Pelajar Cerdas Gunakan AI dan Waspadai Hoaks

7 September 2026 - 17:48 WIB

Lapas Purwodadi Dorong Warga Binaan Kuasai Keterampilan Pertanian

7 September 2026 - 17:40 WIB

Mora Sandhy Jadi Tersangka Kasus Koperasi BMJ, DPRD Kendal Tunggu Keputusan Golkar

7 September 2026 - 14:57 WIB

Kapolres Boyolali Kawal Konser Keroncong Svaranusa, 2.500 Warga Padati Alun-Alun

7 September 2026 - 10:46 WIB

Polda Jateng Bongkar Modus “Alamat Web”, 16 Paket Sabu Diamankan dari Dua Pengedar

7 September 2026 - 08:18 WIB

Trending di Hukum & Kriminal