KARANGANYAR, Kabarjateng.id – Kepolisian Resor Karanganyar terus mengintensifkan upaya pencarian seorang pendaki yang dilaporkan hilang di jalur pendakian Bukit Mongkrang, tepatnya di Dusun Tlogodlingo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Melalui jajaran Polsek Tawangmangu, Polri bergerak cepat setelah menerima laporan hilangnya pendaki pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Korban diketahui bernama Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Saat kejadian, korban mendaki bersama tiga rekannya. Namun, setelah rombongan mencapai puncak dan melakukan perjalanan turun, korban terpisah dan tidak kunjung tiba kembali di basecamp.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengidentifikasi kronologi peristiwa.
Polri juga langsung berkoordinasi dengan Forkopimca Tawangmangu, BPBD Kabupaten Karanganyar, Basarnas, serta sejumlah relawan guna mempercepat proses pencarian.
Operasi SAR resmi dibuka oleh Kepala BPBD Kabupaten Karanganyar dan melibatkan personel gabungan sejak hari pertama.
Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (20/1/2026), intensitas operasi semakin ditingkatkan dengan mengerahkan sekitar 150 personel yang dibagi ke dalam beberapa regu atau Search and Rescue Unit (SRU).
Berbagai metode pencarian diterapkan untuk menjangkau medan yang sulit. Tim melakukan penyisiran manual di sepanjang jalur pendakian, pemantauan melalui drone dari udara, hingga teknik rappelling dengan menuruni tebing-tebing curam secara vertikal.
Meski demikian, hingga sore hari pukul 16.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai kabut tebal akhirnya memaksa tim menghentikan sementara kegiatan pencarian demi menjaga keselamatan seluruh personel di lapangan.
Sebagai bentuk komitmen dan upaya maksimal dalam misi kemanusiaan ini, Polres Karanganyar kembali memperkuat operasi dengan menerjunkan Unit K9 atau anjing pelacak pada hari berikutnya.
Unit ini diharapkan mampu membantu penelusuran di area-area yang sulit dijangkau oleh personel manusia.
Polri menegaskan akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait hingga korban ditemukan.
Setiap perkembangan pencarian akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta bantuan kemanusiaan, khususnya dalam situasi darurat. (ar)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.