KENDAL, Kabarjateng.id — Suasana depan Polsek Kota Kendal pada Senin (24/11/2025) terlihat berbeda. Deretan bus dan truk tampak mengantre memasuki lokasi ramp check, sementara petugas Satlantas Polres Kendal berdiri bersiap melakukan pemeriksaan detail terhadap setiap kendaraan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Zebra Candi 2025, yang menitikberatkan pada keselamatan transportasi publik dan ketertiban berlalu lintas.
Pemeriksaan dimulai pukul 08.00 WIB, diawali apel kesiapan personel gabungan yang melibatkan Satlantas Polres Kendal, tim Dokkes, serta petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal.
Sasaran kegiatan meliputi bus Trans Jateng, angkutan kota, kendaraan travel, hingga truk pengangkut barang yang melintasi jalur tersebut.
Setiap kendaraan yang dihentikan menjalani pemeriksaan mulai dari aspek administrasi hingga kelayakan teknis. Petugas memastikan kelengkapan SIM, STNK, serta dokumen uji KIR.
Setelah itu, pengecekan fisik dilakukan menyeluruh terhadap kondisi rem, ban, lampu, kaca, dan sabuk keselamatan. Fasilitas penunjang keselamatan seperti kotak P3K dan palu pemecah kaca juga ikut diperiksa.
Tak hanya kendaraan, kondisi kesehatan para pengemudi turut menjadi perhatian. Tim kesehatan dari Polres Kendal melakukan pemeriksaan tekanan darah, kondisi fisik, serta menanyakan keluhan yang dapat mempengaruhi konsentrasi selama berkendara.
Sejumlah sopir menyambut baik kegiatan ini karena merasa terbantu dalam memantau kondisi tubuh mereka yang sering terabaikan akibat padatnya aktivitas.
“Kendaraan yang laik jalan dan pengemudi yang sehat merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus siap untuk mengurangi potensi kecelakaan di jalan raya,” ujar Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, S.Tr.K., S.I.K., M.P.A.
Selama proses ramp check berlangsung, kegiatan berjalan tertib tanpa menimbulkan kemacetan. Petugas memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan pemeriksaan tidak mengganggu mobilitas pengguna jalan lainnya.
Ramp check ini sekaligus menjadi wujud komitmen kepolisian dalam membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat.
Kehadiran aparat tidak hanya sebagai penindak pelanggaran, tetapi juga sebagai mitra yang mendorong seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keamanan.
Karena pada akhirnya, keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama agar setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat di tujuan. (ra)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.