Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jepara

Kisah Gus Yasin Ungkap Perubahan Nama dari Mbah Moen, Halalbihalal di Jepara Penuh Makna

badge-check


					Kisah Gus Yasin Ungkap Perubahan Nama dari Mbah Moen, Halalbihalal di Jepara Penuh Makna Perbesar

JEPARA, Kabarjateng.id – Ribuan alumni dan santri Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang se-Jawa Tengah menghadiri Halalbihalal di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Jepara, Kamis (9/4/2026).

Mereka memanfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenang masa belajar di pesantren.

Suasana berlangsung hangat, penuh keakraban, serta diselingi canda dan haru.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, turut hadir dan menyapa para alumni.

Ia kemudian membagikan kisah pribadi yang menarik perhatian hadirin.

Nama Lama yang Jarang Diketahui Publik

Di hadapan peserta, Gus Yasin mengungkap fakta bahwa ia tidak selalu menggunakan nama Taj Yasin.

Sejak kecil hingga menempuh pendidikan tingkat Aliyah, ia menggunakan nama Muhammad Yasin dalam berbagai dokumen resmi, termasuk rapor dan ijazah.

“Dari Ibtidaiyah sampai Aliyah, bahkan sampai kuliah, nama saya tetap Muhammad Yasin,” ujarnya.

Nama tersebut juga ia gunakan saat menempuh pendidikan di luar negeri.

Para alumni tampak antusias mendengarkan cerita yang jarang terungkap tersebut.

Perubahan Nama Menjelang Pernikahan

Gus Yasin menjelaskan bahwa perubahan nama terjadi saat ia hendak menikah.

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen memanggilnya secara langsung dan menanyakan namanya.

Setelah mendengar jawabannya, sang ayah meminta agar nama tersebut diubah.

“Saat itu beliau meminta saya menghilangkan nama Muhammad dan menggunakan Taj Yasin,” jelasnya.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya.

Ia menilai Mbah Moen memiliki pertimbangan mendalam dalam setiap keputusan, termasuk dalam pemberian nama.

Pertimbangan Mendalam Seorang Guru

Gus Yasin menegaskan bahwa Mbah Moen selalu memahami kapasitas setiap santri.

Ia memberikan amalan dan tanggung jawab sesuai kemampuan masing-masing.

Pendekatan tersebut membuat para santri mampu menjalankan peran mereka di masyarakat dengan baik.

Menurutnya, ia sendiri menerima amalan yang lebih ringan karena harus menjalankan tugas di tengah masyarakat.

“Beliau tahu siapa yang kuat menjalankan amalan berat dan siapa yang harus fokus pada tugas sosial,” tuturnya.

Pernyataan tersebut mengundang senyum dan tawa hangat dari para peserta.

Pesan Menjaga Hubungan dengan Guru

Selain berbagi cerita, Gus Yasin mengajak para alumni menjaga hubungan spiritual dengan para guru.

Ia menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi apa pun yang dijalani tidak boleh memutus ikatan batin dengan guru.

Momentum Penguatan Silaturahmi dan Keilmuan

Kegiatan Halalbihalal di Jepara ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga memperkuat sanad keilmuan antaralumni.

Para peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian, seolah kembali ke suasana belajar di pesantren.

Di akhir sambutannya, Gus Yasin menyampaikan harapan agar seluruh alumni tetap mendapat bimbingan para guru.

“Semoga kita semua tetap diakui sebagai murid dan selalu mendapat tuntunan beliau,” pungkasnya. (ks)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Logo Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah Resmi Dipilih, Karya “Gumregut Nyawiji” Jadi Identitas Perayaan

28 Juli 2026 - 19:41 WIB

Sekda Jateng Ingatkan ASN Terbuka terhadap Kritik demi Tingkatkan Pelayanan Publik

28 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pemprov Jateng Salurkan 6,8 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di 25 Daerah

28 Juli 2026 - 19:06 WIB

Tiga Hari Tersesat di Jepara, Warga Kudus Akhirnya Ditemukan Berkat Bantuan Polisi

28 Juli 2026 - 17:35 WIB

Demo Desak Pengusutan Proyek Mini Zoo di Purworejo Berlangsung Tertib, Polisi Terapkan Pengamanan Persuasif

28 Juli 2026 - 17:21 WIB

Petani Desa Kemetul Kembangkan Padi Semi Organik, Hasil Panen Dinilai Lebih Menguntungkan

28 Juli 2026 - 14:57 WIB

Trending di Daerah