Menu

Mode Gelap
 

Kabar Grobogan · 13 Apr 2026 08:24 WIB

Tradisi Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning Mliwang, Warga Kalimaro Rawat Sumber Air Abadi


					Tradisi Kuras Sendang Mbah Ragil Kuning Mliwang, Warga Kalimaro Rawat Sumber Air Abadi Perbesar

GROBOGAN, Kabarjateng.id — Kepala Desa Kalimaro, Hartono, bersama warga Dusun Mliwang menggelar tradisi tahunan kuras Sendang Mbah Ragil Kuning di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Minggu (12/4/2026) pagi.

Jajaran pengelola hutan, yakni Asper/KBKPH Tanggung Wagiyono, Mantri/KRPH Mliwang Khoirul, serta para mandor, turut menghadiri kegiatan tersebut.

Warga rutin menggelar tradisi ini menjelang Bersih Desa atau Merti Dusun (Apitan).

Mereka bergotong royong membersihkan sendang yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air masyarakat.

Ratusan warga tampak antusias menguras sendang menggunakan ember.

Mata air yang berada dekat permukiman itu tidak pernah kering, bahkan saat musim kemarau.

Selama hampir dua jam, warga terus menimba air hingga permukaan sendang berangsur turun dan memperlihatkan dasar sendang dengan kedalaman sekitar dua meter.

Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi

Hartono menegaskan bahwa tradisi kuras sendang telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas melimpahnya sumber air.

“Tradisi ini menjadi cara kami mengungkapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sendang ini menjadi urat nadi kehidupan warga, sehingga kami wajib menjaga dan membersihkannya setiap tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, warga memanfaatkan air sendang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung sektor pertanian.

Pererat Kebersamaan Warga

Setelah menguras sendang, warga langsung menggelar doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat warga menikmati hidangan nasi gudangan lengkap dengan lauk ayam, tempe, tahu, dan telur.

Warga menyajikan makanan di atas daun pisang dan menyantapnya bersama di tepi sendang.

Kebersamaan itu mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat desa.

Dukungan Pengelola Kawasan Hutan

Asper/KBKPH Tanggung Wagiyono menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi dan lingkungan.

Ia mengaku senang bisa hadir langsung di tengah masyarakat.

“Tradisi kuras sendang ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat dan lingkungan, khususnya kawasan hutan di wilayah RPH Mliwang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya membersihkan sumber air, tetapi juga mempererat solidaritas sosial serta menjaga warisan budaya lintas generasi. (di)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pengadilan Negeri Salatiga Intensifkan Wasmat di Rutan

16 April 2026 - 13:56 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Perkuat Layanan Kesehatan Hewan Keliling untuk Antisipasi Penyakit

16 April 2026 - 13:33 WIB

Apresiasi Ruwatan Silayur, Wali Kota Semarang Tegaskan Upaya Nyata Tetap Jadi Prioritas

16 April 2026 - 13:15 WIB

Dukung Ruwatan Silayur, Sarif Abdillah Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Nilai Spiritual

16 April 2026 - 12:44 WIB

Ketua LSM Forlindo Jaya Soroti Pemeriksaan 63 ASN, Desak KPK Perluas Arah Penyidikan

16 April 2026 - 11:28 WIB

Polsek Madukara Ringkus Pelaku Curanmor dalam Dua Hari, Motor Guru Juri Pramuka Berhasil Diamankan

16 April 2026 - 11:11 WIB

Trending di Daerah